Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada Senin, 8 Juni 2026. Ajang kompetisi sains tertinggi di Tanah Air tersebut diselenggarakan guna menjaring talenta terbaik dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah melalui penerapan beberapa pembaruan sistem yang krusial.
Sistem pengawasan dan platform ujian berbasis teknologi pada OSN 2026 diperketat demi menjaga integritas kompetisi yang adil serta transparan di seluruh wilayah, dilansir dari Medcom. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, kompetisi tahun ini juga menghadirkan kategori baru untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Pemerintah berharap ajang ini mampu menjadi wadah apresiasi bagi perkembangan potensi sains anak bangsa. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen memberikan keterangannya terkait esensi pelaksanaan kompetisi tahunan tersebut di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
"OSN menjadi salah satu ajang paling bergengsi dan menjadi cerin bagaimana kita bisa menghargai dan memupuk potensi sains di tanah air," kata Sesjen Kemendikdasmen, Suharti.
Rangkaian seleksi dilakukan berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), berlanjut ke tingkat Provinsi (OSN-P), hingga babak Final di tingkat Nasional (OSN). Pada jenjang SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), kompetisi mengujikan bidang Matematika, IPA, dan IPS (khusus SMP), yang dilaksanakan secara daring dan semi daring menggunakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta LMS Moodle.
Untuk jenjang SMA, seleksi mengujikan 10 bidang keahlian termasuk Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, serta kategori baru berupa Eksibisi AI (Artificial Intelligence). Ujian tingkat SMA menggunakan TKA dan LMS Moodle dengan sistem pengawasan silang, kamera Zoom, hingga pengawasan melekat secara luring pada babak final.
| Tahapan Seleksi | Jadwal SD | Jadwal SMP | Ketentuan Kuota |
|---|---|---|---|
| Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) | 8 Juni 2026 | 11 Juni 2026 | Maksimal 5 murid per cabang ajang per sekolah |
| Tingkat Provinsi (OSN-P) | 6 Juli 2026 | 9 Juli 2026 | Maksimal 5 murid per cabang ajang per kabupaten/kota |
| Tingkat Nasional (OSN) | 25 - 31 Agustus 2026 | 25 - 31 Agustus 2026 | Kuota finalis nasional 115 murid per cabang ajang |
| Tahapan Seleksi | Jadwal Pelaksanaan | Ketentuan Kuota |
|---|---|---|
| Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) | 18-19 Juni 2026 | Maksimal 5 murid per cabang ajang per sekolah |
| Tingkat Provinsi (OSN-P) | 27-29 Juli 2026 | Akses kuota melalui tautan resmi s.id/Kuota_OSNSMA |
| Tingkat Nasional Semifinal | 12 Agustus 2026 | Menyaring hingga tersisa 100 murid per bidang |
| Tingkat Nasional (Final OSN) | 14-20 September 2026 | Kompetisi puncak diikuti 60 murid terbaik per bidang |
Mekanisme pelaksanaan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang memiliki keterbatasan akses internet mendapatkan penyesuaian khusus dari panitia. Pada tingkat kabupaten/kota, pengerjaan ujian bagi siswa di wilayah tersebut dilakukan secara semi daring memanfaatkan platform Google Drive.