Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Laman Manajemen TKA untuk memfasilitasi satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam mengakses data hasil Tes Kemampuan Akademik secara lebih mendalam. Fasilitas baru ini diperkenalkan melalui pengumuman resmi pada Senin, 8 Juni 2026.
Akses informasi yang lebih detail ini disediakan sebagai instrumen bagi sekolah dalam melakukan refleksi mutu pembelajaran. Berdasarkan laporan dari Medcom, platform digital ini menyajikan lima fitur utama termasuk statistik wilayah, grafik rata-rata mata pelajaran, kategori capaian siswa, tabel rincian data, serta menu penyaringan data spesifik.
"Satuan pendidikan dan pemerintah daerah yang memiliki akun laman Manajemen TKA dapat mengakses informasi yang lebih rinci sebagai dasar peningkatan mutu pembelajaran," tulis akun Instagram resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.
Hasil evaluasi terbaru pada jenjang SD dan SMP menunjukkan peta kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, memberikan catatan khusus mengenai perbandingan capaian kedua mata pelajaran tersebut.
"Kemampuan literasi Bahasa Indonesia murid lebih baik dibandingkan numerasi dan Matematika," beber Toni dalam konferensi pers di Jakarta Selasa, 26 Mei 2026.
Pencapaian dalam literasi ini dinilai merefleksikan modal awal yang baik bagi kapasitas berpikir logis para siswa. Kendati demikian, Kemendikdasmen tetap menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan pada aspek numerasi siswa di tingkat dasar.
"Ini menjadi sinyal penting bahwa penguatan kemampuan berpikir logis, kemudian penalaran matematis, dan juga pemecahan masalah itu masih perlu terus kita harus perkuat di dalam proses pembelajaran sehari-hari di setiap satuan pendidikan," ungkap Toni.
Indikasi perbaikan performa akademik juga terlihat secara komparatif dengan tahun sebelumnya. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengonfirmasi adanya pertumbuhan capaian rerata nilai pada jenjang pendidikan dasar kali ini.
"SD-SMP lebih baik, berkaitan dengan proses sosialisasi yang lebih panjang. Langkah ini berdampak dengan persiapan murid yang lebih baik," ujar Rahmawati.