Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Berat dan Terdampak Bencana

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Berat dan Terdampak Bencana

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memprioritaskan revitalisasi bagi satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat serta terdampak bencana alam pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjamin keamanan dan kelayakan fasilitas kegiatan belajar mengajar di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa program pembenahan infrastruktur pendidikan tersebut saat ini sudah mulai berjalan di ribuan sekolah, sebagaimana dilansir dari Medcom pada Senin, 8 Juni 2026.

"Saat ini revitalisasi telah mulai dilakukan terhadap 11.744 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran sebesar Rp14 triliun," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Pemerintah tengah mengupayakan perluasan jangkauan perbaikan fasilitas pendidikan ini melalui pengajuan dana tambahan kepada Kementerian Keuangan. Jika permohonan tersebut dipenuhi, jumlah sekolah yang menerima bantuan perbaikan akan melonjak tajam.

"Insyaallah segera akan disetujui oleh Kementerian Keuangan dan juga Komisi X. Tambahan itu untuk sekitar 60 ribu satuan pendidikan," beber Abdul Mu'ti.

Alokasi dana tambahan tersebut diproyeksikan mampu memperluas daya jangkau program secara signifikan demi menyasar puluhan ribu sekolah lainnya. Target total sekolah yang akan diperbaiki disesuaikan dengan ketersediaan dana mutakhir.

"Jadi kalau semuanya dapat kita terima anggarannya, tahun ini kita akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan," kata Abdul Mu'ti.

Tingkat kerusakan yang berbeda-beda pada tiap bangunan sekolah membuat besaran dana perbaikan yang disalurkan menjadi tidak seragam. Skema bantuan akan disesuaikan, mulai dari renovasi skala kecil hingga pembangunan ruang kelas baru.

"Revitalisasi itu bervariasi antara satu sekolah dengan yang lain bergantung dari kajian masing-masing. Ada yang memang merupakan perbaikan sekolah dengan kerusakan berat, kemudian juga ada yang memerlukan tambahan ruang," ujar Abdul Mu'ti.

Pemerintah juga telah menetapkan klaster wilayah khusus untuk menentukan sekolah yang berhak menerima bantuan terlebih dahulu pada periode pelaksanaan tahun 2026. Area yang baru saja dilanda bencana alam dan wilayah terluar menjadi fokus utama perbaikan.

"Kalau kemudian tahun 2026, kita memprioritaskan revitalisasi itu pertama sekolah yang terdampak bencana alam, terutama yang di Sumatera. Yang kedua sekolah di daerah 3T, yang ketiga sekolah yang rusak berat. Itu yang menjadi prioritas revitalisasi tahun 2026 dan sekarang sudah mulai berjalan," kata Abdul Mu'ti.

Artikel terkait

Rekomendasi