Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis pedoman resmi untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada tanggal 2 Mei 2026. Seperti dilansir dari Kiaton, panduan ini memuat tema dan logo khusus yang dapat diterapkan oleh setiap satuan pendidikan.
Peluncuran logo ini merepresentasikan komitmen besar dalam memajukan arah transformasi pendidikan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui sejumlah program prioritas Kemendikdasmen yang mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Identitas visual Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengusung sejumlah elemen yang sarat makna. Simbol figur manusia berwarna biru dalam bentuk siluet dinamis mencerminkan semangat seluruh ekosistem pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
Elemen kedua berupa lengkungan elips yang mengitari bagian bawah logo. Garis melengkung tersebut merepresentasikan gerak maju, aspek pelindungan, serta kesinambungan dalam pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia melalui perbaikan sarana prasarana sekolah.
Warna biru yang mendominasi logo dipilih untuk melambangkan nilai kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta harapan akan masa depan yang cerah. Selain warna utama, identitas visual ini juga menyediakan opsi warna primer dan warna negatif.
Format warna negatif menggunakan mode skala keabuan untuk menjaga kontras visual saat diaplikasikan pada media dengan keterbatasan teknis pencetakan, seperti mesin fotokopi. Aturan penempatan logo ini wajib berada di sisi kanan atas atau berseberangan dengan logo Tut Wuri Handayani.
Tema Hari Pendidikan Nasional 2026
Kemendikdasmen menetapkan "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" sebagai tema resmi Hardiknas 2026. Fokus utama dari tema ini bertumpu pada penguatan kolaborasi multi-sektor demi mendongkrak kualitas pendidikan secara merata.
Melalui keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, hingga sektor swasta, diharapkan akses pendidikan berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan tanpa terkecuali.