Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP secara serentak di seluruh Indonesia pada Selasa, 26 Mei 2026. Evaluasi nasional melalui portal daring Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) ini bertujuan mengukur kompetensi literasi dan numerasi siswa.
Dilansir dari infopendidikan.bic.id, penilaian menggunakan skala nilai 0 hingga 100 yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kelayakan utama, yaitu mahir, cakap, dan perlu intervensi khusus. Nilai akhir dihitung berdasarkan metode modern yang memperhitungkan akumulasi jawaban benar dan bobot tingkat kesulitan butir soal.
Sementara itu, bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id melaporkan bahwa akun Instagram resmi @litbangdikbud pada Jumat, 22 Mei 2026, mengumumkan pembagian kategori hasil TKA berupa Baik, Memadai, dan Kurang. Selain itu, predikat istimewa diberikan kepada siswa SD dan SMP yang memperoleh nilai 95,00 pada setiap mata uji.
Untuk jenjang SMA dan SMK, rentang skor yang digunakan adalah 200 hingga 800 dengan syarat predikat istimewa minimal 725,00 untuk tiap mata pelajaran. Pengumuman TKA jenjang SD dan SMP ini hanya dapat diakses langsung oleh pihak sekolah sebelum diinformasikan kepada siswa, serta tidak akan tercantum dalam ijazah melainkan pada dokumen SHTKA.
Hasil evaluasi berskala besar ini juga berfungsi sebagai validasi nilai rapor, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi, dan pemetaan ketimpangan infrastruktur mengajar antarwilayah. Di sisi lain, pelaksanaan ujian ini juga sempat didahului dengan pemantauan langsung oleh pejabat kementerian pada proses persiapannya.
Sebelum pengumuman resmi ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sempat membagikan sejumlah strategi pengerjaan saat memantau pelaksanaan TKA di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin, 6 April 2026, sebagaimana dilansir dari Kabar Nusantara melalui Edukasi.
"Tidak usah tegang. Usaha akan terlihat dari hasil," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Beliau mengingatkan para siswa untuk mengelola waktu dengan baik serta fokus memahami isi teks soal yang cenderung panjang.
"Jadi kerjakan yang bisa dulu. Tidak harus urut yang bisa anda kerjakan baru," ujar Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Siswa juga diimbau untuk selalu memulai ujian dengan berdoa demi kelancaran proses pengerjaan soal.
"Jangan lupa sebelum mengerjakan berdoa mohon kepada Tuhan agar dimudahkan," ucap Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kementerian menyebarluaskan motivasi ini melalui saluran komunikasi digital agar seluruh peserta didik tingkat SMP sederajat dapat menghadapi ujian dengan percaya diri.
"Semoga kalian semua diberikan kelancaran, ketenangan, dan semangat untuk mengerjakan setiap soal dengan sebaik-baiknya dan sesuai kemampuan," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mendikdasmen turut menekankan aspek kejujuran karena nilai TKA yang sesungguhnya merupakan cerminan dari karakter siswa selama menempuh proses belajar.
"Jenjang tinggi kejujuran, karena nilai yang sesungguhnya bukan hanya pada hasil akhir tetapi pada karakter baik yang kalian tunjukkan selama berproses pelaksanaan TKA," ujar Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Seluruh rangkaian arahan dari menteri tersebut ditutup dengan pesan agar para siswa tetap tangguh dan berserah diri kepada Tuhan.
"Memohon pertolongan pada yang maha kuasa agar kalian semua dimudahkan dalam melaksanakan TKA," ucap Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Wali murid kini dapat mengunduh lembar capaian digital anak secara gratis di situs resmi kementerian dengan memasukkan sepuluh digit Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan tanggal lahir yang aktif di pangkalan data Dapodik.