Kemenhaj Minta Jemaah Haji Gunakan Aplikasi Kawal Haji

Kemenhaj Minta Jemaah Haji Gunakan Aplikasi Kawal Haji

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah calon haji Indonesia di Madinah dan Makkah untuk aktif menggunakan aplikasi Kawal Haji guna menyampaikan keluhan selama di Tanah Suci. Langkah ini diambil pada Rabu (6/5/2026) untuk mempermudah pelaporan kebutuhan layanan haji secara cepat.

Penggunaan aplikasi tersebut diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi jemaah dalam melaporkan berbagai kendala operasional. Dilansir dari Cahaya, aplikasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sehingga masalah di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menekankan pentingnya digitalisasi layanan melalui platform tersebut. Ia menyebut sistem ini mengusung konsep crowdsourcing yang memungkinkan pemantauan laporan secara langsung tanpa melalui penyaringan admin.

“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak Jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” ujar Suci Annisa, Juru Bicara Kemenhaj.

Melalui sistem informasi tersebut, jemaah dapat mengirimkan laporan real-time terkait masalah konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga kehilangan barang. Selain aspek teknis layanan, Kemenhaj memberikan perhatian serius pada keselamatan jemaah di tengah cuaca panas ekstrem yang mencapai 39 derajat Celsius.

“Kami mengingatkan Jemaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujar Suci Annisa, Juru Bicara Kemenhaj.

Instruksi juga diberikan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memperketat koordinasi dengan petugas resmi. Hal ini bertujuan guna menjamin ketertiban jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.

“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Suci Annisa, Juru Bicara Kemenhaj.

Hingga hari ke-16 operasional haji 1447 Hijriah, data menunjukkan sebanyak 97.139 jemaah dan 996 petugas dari 250 kloter telah berangkat dari Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.739 jemaah telah tiba di Madinah untuk menempati akomodasi yang tersedia.

Proses mobilisasi terus berlanjut dengan pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah yang dilakukan bertahap. Saat ini tercatat sebanyak 34.244 jemaah dari 88 kloter telah sampai di Makkah guna melaksanakan ibadah umrah wajib.

Artikel terkait

Rekomendasi