Konsultan Ibadah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Asrorun Niam Sholeh mengimbau jemaah haji untuk mendoakan para pemimpin nasional agar dapat memimpin dengan adil dan bijaksana pada Senin (18/5/2026).
Imbauan tersebut disampaikan agar jemaah juga memohon kelancaran ibadah, kedamaian bangsa, serta mewujudkan keluarga yang sakinah, dilansir dari Nasional. Asrorun menekankan pentingnya momentum ini untuk mendoakan kemajuan negara.
"Jangan lupa mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri untuk dapat memimpin dan membangun bangsa Indonesia dengan adil, bijaksana sehingga dapat mengantarkan bangsa Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ujar Asrorun Niam Sholeh, Konsultan Ibadah Kementerian Haji dan Umrah RI.
Peningkatan kualitas diri dan keluarga juga diharapkan menjadi tekad jemaah dalam memanfaatkan momentum ibadah haji tahun ini. Kesetaraan serta kejujuran disebut sebagai bagian dari etos yang harus dijaga.
"Perbaiki negeri mulai dari perbaiki diri sendiri. Etos haji adalah etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran dan kerja keras," kata Asrorun Niam Sholeh.
Fase menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi kesempatan bagi jemaah untuk mengintensifkan zikir serta menjalankan salat berjamaah di Masjidil Haram maupun masjid sekitar pemukiman.
"Shalat lima waktu berjamaah. Bagi yang sehat dapat ke Masjidil Haram dengan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia. Bagi yang ada udzur, shalat jemaah dilakukan di masjid-masjid tempat tinggal selama di Mekkah," ujar Asrorun Niam Sholeh.
Selain fokus pada aktivitas ibadah, para jemaah diingatkan untuk tetap menjaga kondisi fisik melalui istirahat yang cukup dan pemenuhan konsumsi yang sehat.
"Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan Prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji mulai tanggal 8 sampai dengan 13 Dzulhijjah, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Asrorun Niam Sholeh.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa tersebut menambahkan bahwa ibadah haji merupakan kombinasi antara kesiapan fisik, biaya, serta mental spiritual.
"Karenanya, butuh kebugaran, di samping ibadah maliyah (karenanya butuh biaya) dan ibadah ruhiyah, mental spiritual," ucap Asrorun Niam Sholeh.