Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Puncak Ibadah 1447 H

Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Puncak Ibadah 1447 H

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai menghemat energi dan menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Arahan ini dikeluarkan guna memastikan jemaah dapat beribadah secara optimal di tengah cuaca panas Arab Saudi.

Hingga hari ke-21 operasional, data yang dilansir dari Cahaya menunjukkan sebanyak 132.057 jemaah dari 341 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, tercatat 92.767 jemaah sudah tiba di Makkah setelah sebelumnya menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, memberikan peringatan mengenai suhu udara di Makkah dan Madinah yang saat ini mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius. Jemaah ditekankan untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.

"Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Maria menambahkan bahwa kesiapan fisik dan mental yang matang sangat krusial karena fase puncak haji merupakan tahapan paling berat. Ia meminta jemaah melakukan persiapan dini dengan menjaga pola hidup sehat selama berada di pemondokan.

"Jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi diminta segera melapor kepada petugas jika merasakan gangguan kesehatan ringan maupun berat. Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Selain itu, pihak kementerian juga menyoroti peran strategis Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam memberikan edukasi keselamatan. Pengaturan pergerakan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram hingga menuju Armuzna kini telah diatur melalui surat edaran resmi.

Kemenhaj turut mencatat satu jemaah asal Kota Medan bernama Kasiani Sigito Tarmidi dari KNO 8 wafat pada Ahad, 10 Mei 2026. Peristiwa ini menambah jumlah total jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi menjadi 24 orang.

"Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Saat ini, masih terdapat 67 jemaah haji yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi. Petugas haji diimbau untuk terus memantau kondisi perkembangan kesehatan jemaah secara berkala selama masa operasional berlangsung.

"Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur," tutup Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Artikel terkait

Rekomendasi