Kementerian Haji dan Umrah memberikan peringatan keras kepada seluruh jemaah haji Indonesia di Tanah Suci untuk menjaga paspor mereka secara ekstra ketat demi kelancaran kepulangan ke Tanah Air, dilansir dari Detikcom pada Minggu (7/6/2026).
Pihak otoritas menekankan pentingnya pelaporan segera jika terjadi kehilangan dokumen perjalanan tersebut. Pengumuman resmi ini disampaikan demi mencegah terjadinya hambatan dalam mobilisasi antar-kota dan kepulangan massal jemaah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff menegaskan pentingnya pengawasan mandiri terhadap dokumen krusial ini selama rangkaian ibadah berlangsung.
"Bapak-Ibu sekalian, kami ingin mengingatkan seluruh jemaah agar memberikan perhatian khusus kepada dokumen perjalanan, terutama halnya adalah paspor," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Keberadaan paspor menjadi syarat yang tidak bisa ditawar dalam pengaturan pergerakan jemaah di Arab Saudi.
"Karena paspor ini jadi bagian yang sangat penting tentunya dalam seluruh rangkaian proses perpindahan antar-kota maupun kepulangan ke Tanah Air," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Jika dokumen tersebut terlanjur hilang, jemaah diminta untuk langsung menghubungi koordinator di lapangan demi penanganan cepat.
"Apabila terjadi kehilangan paspor, langsung segera laporkan kepada Ketua Kloter maupun Petugas Haji agar dapat segera ditangani dan sesuai prosedur yang berlaku tentunya, sehingga tidak menghambat aktivitas jemaah," imbuh Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Selain masalah dokumen, ketertiban dalam pengaturan barang bawaan juga menjadi poin utama yang disoroti pihak kementerian. Jemaah dilarang memanipulasi muatan koper setelah melewati tahapan timbangan resmi.
"Jangan menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada Petugas karena tentu dapat mengganggu proses pemeriksaan dan distribusi bagasi," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Larangan keras juga diberlakukan terhadap penyelundupan cairan tertentu ke dalam pesawat terbang karena regulasi keselamatan penerbangan.
"Dan satu lagi yang perlu kami tegaskan bahwa air zamzam tidak diperkenankan dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apapun," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema distribusi khusus agar setiap jemaah tetap mendapatkan hak mereka tanpa perlu membawa mandiri di pesawat.
"Jemaah tidak perlu khawatir karena setiap jemaah Haji Indonesia akan menerima air zamzam resmi sebanyak 1 galon berisi 5 liter yang akan dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di tanah air," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Kondisi cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah juga memicu imbauan pencegahan dehidrasi serta kelelahan fisik bagi para jemaah.
"Bagi jemaah yang saat ini mungkin masih berada di Makkah maupun Madinah, kami mengimbau agar terus menjaga kondisi kesehatan karena cuaca masih cukup panas saat ini," ucap Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Perlindungan diri ekstra sangat dianjurkan saat jemaah terpaksa melakukan aktivitas di bawah terik matahari langsung.
"Jemaah harus perlu juga memperbanyak konsumsi air putih, kemudian beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan secara teratur dan menggunakan pelindung kepala atau payung jangan lupa pada saat beraktivitas di luar ruangan," tukas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.