Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Awal untuk segera menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah di Jamarat pada Jumat (29/5/2026). Langkah ini dilakukan agar jemaah dapat langsung kembali ke tenda di Mina dan bersiap menuju Makkah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Imbauan tersebut dikeluarkan guna memastikan mobilisasi jemaah berjalan tertib serta menghindari penumpukan parah di jalur kepulangan. Pemerintah juga telah menyiapkan armada bus untuk mengangkut jemaah dari Mina ke Makkah secara bertahap.
"Langkah ini sangat penting untuk memastikan proses pergerakan jemaah bisa berlangsung tertib, aman, dan terkoordinasi, sekaligus menghindari penumpukan atau kepadatan parah pada jalur mobilisasi menjelang kepulangan ke Makkah," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Pergerakan bus pengangkut jemaah diatur dalam jendela waktu tertentu dari pagi hingga sore hari. Jemaah diminta untuk mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi kelancaran proses pemulangan tersebut.
"Mulai pukul 10.00 hingga pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah Nafar Awal akan diberangkatkan secara bertahap menggunakan bus yang telah disiapkan oleh petugas. Jemaah diminta tetap mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan demi kelancaran dan kenyamanan bersama," tambah Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Untuk mengamankan rute pergerakan ini, Kemenhaj menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina di lapangan. Petugas ditempatkan di jalur pejalan kaki serta berbagai pos pantau strategis yang rawan kemacetan, termasuk di Jalan 616, Jalan 535, depan RS Mina al-Wadi, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdulaziz, Gerbang Terowongan Muaisim Turki, dan depan Pos Syarikah.
"Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus, serta mengantisipasi kepadatan parah saat pelaksanaan lontar jumrah," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Otoritas terkait juga memberikan penekanan khusus mengenai keselamatan jalur yang dilewati jemaah. Para jemaah dilarang keras menggunakan rute alternatif tidak resmi yang berpotensi memicu bahaya keselamatan.
"Kami mengimbau para jemaah untuk memastikan diri tetap berada pada jalur yang aman dan dianjurkan petugas. Jangan sekali-kali mengambil jalan pintas yang berisiko dan berbahaya," tukas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).