Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan jemaah haji agar tidak memaksakan diri melempar jumrah jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, dilansir dari Nasional pada Selasa (19/5/2026).
Pergerakan jemaah non-murur dari Muzdalifah menuju Mina dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.00 hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi pada 10 Dzulhijjah atau 27 Mei 2026. Setibanya di Mina, pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dimulai pukul 10.00 waktu Arab Saudi sebelum jemaah kembali ke tenda untuk mabit.
"Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jemaah yang memiliki uzur," tegas Maria Assegaff, Jubir Kemenhaj dalam agenda Temu Media di Kantor Kemendikti Sakntek, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Rangkaian ibadah berlanjut pada 11 hingga 13 Dzulhijjah dengan agenda mabit di Mina dan melontar jumrah Aqabah, Ula, serta Wustha. Jemaah nafar awal ditargetkan selesai pada 12 Dzulhijjah, sedangkan nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.
"Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji," tutur Maria Assegaff, Jubir Kemenhaj menambahkan imbauan kedisiplinan jemaah.
Pihak kementerian menegaskan komitmen pengawasan penuh selama 24 jam untuk mengoptimalkan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, serta skenario mitigasi kepadatan demi kelancaran fase krusial ini.
"Fase Armuzna ini kan memang merupakan inti dari rangkaian ibadah haji, sekaligus fase paling krusial dalam penyelenggaraan haji," tutur Maria Assegaff, Jubir Kemenhaj mengenai urgensi tahapan tersebut.
Hingga data terakhir dirilis, pergerakan menuju Arab Saudi mencakup 481 kloter yang terdiri atas 186.401 jemaah dan 1.919 petugas. Adapun pergerakan bertahap dari Madinah ke Mekkah telah mencatatkan kedatangan 472 kloter dengan total 182.332 jemaah dan 1.888 petugas.
Sementara itu, kedatangan gelombang kedua via Bandara King Abdulaziz International Airport Jeddah menyumbang 208 kloter berisi 79.945 jemaah dan 832 petugas. Kemenhaj juga mencatat kedatangan 13.180 jemaah haji khusus yang kini mulai menjalani ibadah sesuai jadwal.