Kementerian Haji dan Umrah Indonesia (Kemenhaj) memberikan kebebasan penuh bagi jemaah untuk melunasi denda atau dam di Tanah Suci maupun di dalam negeri. Berdasarkan data dari Kemenhaj yang dikutip dari Detikcom, sebagian besar jemaah memilih untuk membayar dam di Arab Saudi dengan memanfaatkan platform resmi Adahi.
"Hingga saat ini tercatat total 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan ketentuan dam melalui berbagai skema dan dari jumlah tersebut sebanyak 71.262 jemaah membayar dam melalui program Adahi di Arab Saudi, sementara itu 26.901 jemaah menyelesaikan dam di Indonesia dan 2.105 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa," ujar Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha melalui konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang disiarkan di YouTube Kemenhaj RI, Rabu (20/5/2026).
Kebijakan ini diambil karena pihak Kemenhaj RI memahami adanya perbedaan pandangan fikih terkait tata cara pelaksanaan dam haji di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan ruang yang luas agar jemaah dapat menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan yang mereka pegang.
"Dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah memahami keberagaman pandangan fikih yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan dam haji. Karena itu pemerintah memberikan ruang yang luas bagi jemaah untuk menjalankan keyakinan fikih yang diyakini masing-masing," sambung Ichsan.
Kemenhaj RI juga mengeluarkan imbauan bagi jemaah yang berniat menunaikan dam di Tanah Suci agar menyalurkannya lewat platform resmi Adahi. Langkah ini diperlukan demi memastikan prosesnya berjalan aman, tepat sasaran, sesuai dengan aturan, sekaligus melindungi jemaah dari praktik penipuan.
Selain mengenai aturan dam, dalam kesempatan tersebut Jubir Kemenhaj RI mengingatkan para jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji. Mengingat rangkaian ibadah tersebut memerlukan ketahanan fisik yang prima.
"Menjelang puncak haji kami juga kembali meningatkan seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan, menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta focus pada persiapan diri untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina," terangnya.
Pada hari operasional ke-29 penyelenggaraan haji, Kemenhaj RI melaporkan bahwa penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga bimbingan ibadah terlaksana dengan lancar berkat pendampingan petugas. Data terkini menunjukkan sebanyak 498 kloter yang mencakup 192.185 jemaah serta 1.984 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara itu, kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mendarat di Bandara King AbdulAziz Jeddah telah mencapai 224 kloter dengan rincian 85.618 jemaah dan 893 petugas haji.
"Untuk kedatangan jemaah haji gelombang ke-2 melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah tercatat sebanyak 224 kloter dengan 85.618 Jemaah dan 893 petugas telah tiba. Sementara itu pergerakan jemaah menuju Makkah juga terus berlangsung hingga saat ini. Sebanyak 487 kloter dengan 188.259 jemaah dan 1.984 petugas telah tiba di kota Makkah Al-Mukaramah," kata Ichsan merinci.