Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mencatat sebanyak 125.243 jemaah haji telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari ke-20 operasional haji pada Minggu (10/5/2026). Seluruh layanan mulai dari pemberangkatan hingga pendampingan di Tanah Suci dilaporkan berjalan dengan tertib.
Data operasional yang dilansir dari Detikcom menunjukkan bahwa total jemaah tersebut terbagi dalam 323 kelompok terbang (kloter). Pemerintah mengklaim terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh tahapan layanan demi menjamin kenyamanan para jemaah Indonesia selama di Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan proses penyelenggaraan ibadah tahun ini berjalan sesuai dengan rencana. Ia menekankan pentingnya kehadiran petugas dalam setiap aspek pelayanan jemaah.
"Secara umum seluruh layanan haji Indonesia berjalan lancar, tertib dan terus berada dalam pendampingan petugas," ujar Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj.
Pemerintah juga merinci sebaran jemaah yang kini berada di berbagai titik di Arab Saudi. Sebanyak 1.249 petugas turut mendampingi ratusan kloter yang telah diberangkatkan secara bertahap dari berbagai embarkasi tanah air.
"Berdasarkan data terakhir sebanyak 323 kloter dengan 125.243 jemaah dan 1.249 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi," lapor Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj.
Selain kedatangan baru, pergerakan jemaah antarkota di Arab Saudi juga terus dipantau secara intensif. Kemenhaj mencatat sebanyak 78.946 jemaah dari 204 kloter telah melakukan mobilisasi dari Madinah menuju Makkah secara bertahap.
Di sisi lain, pintu masuk melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah telah menerima kedatangan 17.861 jemaah yang tergabung dalam 47 kloter. Fasilitas transportasi, konsumsi, dan layanan kesehatan disiagakan sepenuhnya untuk menyambut jemaah di titik tersebut.
Di tengah kelancaran operasional, Kemenhaj memberikan kabar duka mengenai adanya jemaah yang meninggal dunia. Hingga Sabtu (9/5/2026), terdapat tambahan tiga jemaah wafat yang berasal dari daerah Tegal, Pasuruan, dan Gowa.
"Dengan demikian jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini sebanyak 23 orang," sebut Ichsan Marsha, Juru Bicara Kemenhaj.
Hingga saat ini, pengawasan petugas masih terus diperketat pada berbagai sektor layanan. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh sisa kloter yang belum berangkat dapat terfasilitasi dengan baik hingga puncak ibadah haji nantinya.