Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia dengan memastikan ketersediaan menu bercita rasa Nusantara pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Arab Saudi. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama penyedia konsumsi di Madinah, Kamis (7/5/2026).
Langkah penguatan ini bertujuan untuk menjaga kondisi fisik dan asupan nutrisi jemaah selama menjalani rangkaian ibadah yang berat, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Pemerintah menilai kualitas makanan berdampak langsung pada kesehatan jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia yang sering mengalami kendala adaptasi rasa masakan lokal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) sekaligus Wakil Penanggung Jawab IV PPIH Arab Saudi, Jaenal Effendi, memberikan penegasan mengenai tujuan peningkatan kualitas layanan tersebut.
"Kemenhaj berkomitmen meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, termasuk menghadirkan makanan bercita rasa Nusantara agar jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci," ujar Jaenal.
Jaenal menambahkan bahwa parameter kesuksesan layanan makanan tidak hanya terbatas pada cita rasa masakan yang disajikan kepada para jemaah. Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap aspek teknis lainnya mulai dari kebersihan hingga ketepatan waktu pengiriman makanan ke hotel-hotel.
"Kualitas layanan konsumsi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga konsistency pelayanan, ketepatan distribusi, serta kualitas kemitraan antara supplier dan pihak dapur," kata Jaenal.
Pihak PPIH Arab Saudi terus melakukan evaluasi secara berkala terkait variasi menu dan kualitas bahan baku untuk memastikan standar profesionalisme tetap terjaga. Penyelenggara ingin meminimalisir risiko kelelahan dan gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak teratur di tengah suhu ekstrem Arab Saudi.
"Evaluasi bersama akan terus dilakukan, khususnya terkait menu dan kualitas layanan konsumsi, sehingga pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dapat semakin optimal," tegas Jaenal.
Pertemuan koordinasi di Madinah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan PPIH Arab Saudi lainnya, termasuk Wakil Ketua I Abdul Haris, Wakil Ketua II Budi Agung Nugroho, dan Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Cecep Khairul Anwar. Sinergi antara pemerintah dan pengelola dapur dilakukan melalui skema profesional guna menjamin kelangsungan layanan selama operasional haji berlangsung.