Kemenhaj Sediakan Jutaan Porsi Makanan Siap Santap Jamaah Haji

Kemenhaj Sediakan Jutaan Porsi Makanan Siap Santap Jamaah Haji

Kementerian Haji (Kemenhaj) memastikan kebutuhan konsumsi jamaah calon haji Indonesia tetap terpenuhi menjelang puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Langkah ini dilakukan dengan menyediakan jutaan paket makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) seperti dikutip dari Cahaya.

Paket makanan ini sengaja dirancang praktis agar jamaah bisa langsung mengonsumsinya tanpa perlu memasak atau memanaskan ulang di tengah tingginya mobilitas fase Armuzna.

Penyediaan makanan siap santap ini bertujuan untuk memudahkan segala aktivitas jamaah calon haji selama berada di lokasi puncak haji.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi menjelaskan bahwa kemasan makanan dirancang fungsional sehingga bisa langsung berfungsi sebagai wadah.

"Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan," ujar dia di Makkah, Rabu.

Edukasi dari Petugas Lapangan

Guna mencegah kebingungan saat pembagian, petugas haji akan disiagakan untuk memberikan edukasi langsung mengenai cara konsumsi makanan tersebut.

"Khawatirnya ada jamaah calon haji yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," kata dia.

Total Porsi dan Standar Menu Nusantara

Pemerintah menyiapkan total 3,08 juta porsi makanan siap santap yang telah melalui pengujian laboratorium dan memiliki daya tahan sampai 18 bulan.

Kemenhaj juga memastikan seluruh varian menu tetap mengusung cita rasa nusantara, seperti nasi uduk daging, kari ayam, hingga rendang untuk menjaga selera makan jamaah.

Paket konsumsi ini telah memenuhi standar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan minimal 50 persen bahan baku asli dari Indonesia sebagai wujud dukungan bagi industri pangan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi