Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan skema katering Ready to Eat atau makanan siap santap untuk menjamin kelancaran konsumsi jemaah menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Selasa (19/5/2026).
Langkah taktis ini diambil dilansir dari Nasional untuk mengantisipasi mobilitas jemaah yang tinggi serta memastikan distribusi makanan berjalan cepat, higienis, dan tepat waktu.
Pihak kementerian memprioritaskan kesiapan logistik ini karena pemenuhan standar gizi yang baik dianggap krusial dalam menjaga stamina fisik seluruh jemaah selama berada di tanah suci.
"Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj dalam konferensi pers di siaran Youtube Kemenhaj.
Penyediaan menu makanan tersebut juga disesuaikan dengan cita rasa asal daerah para jemaah agar mempermudah proses adaptasi konsumsi selama pelaksanaan ibadah.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Berdasarkan data terkini, operasional pemindahan jemaah mencatat sebanyak 481 kloter yang terdiri dari 186.401 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan menuju ke Arab Saudi.
Proses pergerakan jemaah dari Madinah menuju ke Mekkah pun dilaporkan terus berlangsung secara bertahap, dengan rincian data kedatangan yang terus diperbarui oleh otoritas terkait.
Sejauh ini tercatat 472 kloter dengan 182.332 jemaah dan 1.888 petugas telah tiba di Mekkah, sementara gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz International Airport Jeddah mencapai 208 kloter berisi 79.945 jemaah dan 832 petugas.
Selain jemaah reguler, pihak kementerian turut mengonfirmasi bahwa sebanyak 13.180 jemaah haji khusus telah mendarat di Arab Saudi dan mulai melaksanakan rangkaian ibadah mereka.
Seluruh persiapan di tiga lokasi utama puncak haji dipastikan terus dimatangkan agar pelaksanaan ibadah berjalan tanpa kendala keamanan.
"Fase Armuzna ini kan memang merupakan inti dari rangkaian ibadah haji, sekaligus fase paling krusial dalam penyelenggaraan haji," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.