Kemenhaj RI Lakukan Sweeping Jemaah Haji di Wilayah Mekkah

Kemenhaj RI Lakukan Sweeping Jemaah Haji di Wilayah Mekkah

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) bakal menggelar penyisiran atau sweeping menyeluruh di kawasan Mekkah guna mengantisipasi adanya jemaah yang tertinggal menjelang puncak ibadah haji, pada Selasa (19/5/2026).

Langkah penertiban tersebut dijadwalkan berlangsung pasca-pergerakan jemaah haji dari Mekkah menuju Arafah yang dimulai pada Senin (25/5/2026) atau 8 Zulhijah 1447 Hijriah, dilansir dari Nasional.

Proses pemberangkatan dari hotel ke Arafah dipastikan berjalan bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, pukul 11.30, dan pukul 17.30 waktu Arab Saudi.

Pihak otoritas kini terus mematangkan segala persiapan di fase puncak haji, meliputi kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), agar pelaksanaan ibadah berjalan aman.

"Tentu kami akan lakukan sweeping menyeluruh di wilayah Mekkah untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Penyisiran intensif ini dipandang krusial mengingat jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia akan bergerak secara serentak dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas.

"Fase Armuzna ini kan memang merupakan inti dari rangkaian ibadah haji, sekaligus fase paling krusial dalam penyelenggaraan haji," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Manajemen pergerakan massa serta kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas di lapangan menjadi faktor utama keberhasilan fase ini.

"Pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta kesiapan fisik jemaah, ini jadi faktor kunci yang sangat menentukan," imbuh Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI.

Berdasarkan laporan data terkini, tercatat ada 481 kloter yang mencakup 186.401 jemaah serta 1.919 petugas yang telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Di sisi lain, mobilisasi jemaah dari Madinah ke Mekkah masih berjalan bertahap dengan total kedatangan mencapai 472 kloter yang berisi 182.332 jemaah dan 1.888 petugas.

Sementara itu, kedatangan gelombang kedua via Bandara King Abdulaziz International Airport Jeddah mencatatkan 208 kloter yang terdiri dari 79.945 jemaah dan 832 petugas.

Kemenhaj juga melaporkan bahwa sebanyak 13.180 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi untuk memulai rangkaian ibadah.

Artikel terkait

Rekomendasi