Ribuan jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara Internasional Juanda pada Rabu (3/6/2026) pagi di tengah kebijakan baru Kementerian Haji dan Umrah yang mewajibkan pengisian formulir kedatangan sebelum mendarat.
Pemulangan para jemaah tersebut berlangsung lebih cepat dari jadwal semula pukul 03.15 WIB menjadi mendarat pukul 02.10 WIB. Kedatangan mereka disambut oleh keluarga dan Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, di Komplek Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan.
Salah satu keluarga jemaah dari Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Abdul Manan, sengaja datang sejak setelah subuh demi menyambut saudaranya, H. Abdul Qodir dan Hj. Romlah.
"Keluarga sudah rindu ingin bertemu. Namanya juga saudara yang ditakdirkan duluan ke Makkah, semoga saya cepat menyusul," ungkap Abdul Manan.
Mengenai kelancaran kepulangan ini, Wakil Bupati Pasuruan memberikan apresiasi terhadap pengaturan jadwal di bandara penjemputan.
"Alhamdulillah semuanya lancar dan tertata dengan baik. Ini dibuktikan dengan kedatangan para jamaah saat mendarat di Juanda lebih awal dari rencana pukul 03.15 ternyata maju jam 02.10 sudah mendarat," terang Gus Shobih Asrori.
Meski demikian, Gus Shobih menyampaikan duka mendalam atas wafatnya empat jemaah asal Kabupaten Pasuruan di Tanah Suci. Beliau juga mengabarkan adanya satu jemaah bernama H. Mukhtar dari Desa Grogol, Kecamatan Gondangwetan, yang langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Ada satu jamaah atas nama H. Mukhtar dari Desa Grogol, Kecamatan Gondangwetan yang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bangil. Saya doakan semoga lekas sembuh, dan untuk keluarga dari jamaah haji yang meninggal dunia, mewakili Bapak Bupati Pasuruan, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan," harap Gus Shobih Asrori.
Ia juga meminta agar para jemaah yang sudah sampai di rumah tetap memprioritaskan waktu istirahat dan menjaga kondisi fisik karena banyaknya kerabat yang akan berkunjung.
"Kami berpesan dijaga kesehatannya. Istirahat harus diperhatikan. Karena kalau sudah menerima tamu, terkadang sampai lupa makan," imbuh Gus Shobih Asrori.
Secara nasional, proses kepulangan jemaah haji Indonesia tahun ini diperketat dengan aturan pengisian dokumen keimigrasian secara digital. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengumumkan regulasi tersebut dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenhaj pada Selasa (2/6/2026).
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang akan kembali ke tanah air untuk mengisi form kedatangan Indonesia melalui aplikasi All Indonesia atau melalui laman allindonesia.imigrasi.go.id," ujar Maria Assegaff.
Menurut Maria, pengisian wajib diselesaikan paling lambat tiga hari sebelum mendarat untuk mempermudah pemeriksaan dokumen oleh petugas imigrasi bandara.
"Ini penting untuk kemudian dilakukan dan juga sebuah kewajiban agar kemudian setiap jemaah paling cepat melakukan pendataan maupun pengisian form kedatangan tiga hari sebelum tiba di Indonesia untuk kemudian mendukung kelancaran proses kedatangan, pemeriksaan, dan layanan keimigrasian saat tiba di tanah air," jelas Maria Assegaff.
Pihak Kemenhaj juga memerintahkan petugas kloter di Arab Saudi untuk memberikan bantuan pengisian data, khususnya bagi kelompok rentan.
"Kami juga ingin meminta kepada seluruh petugas untuk kemudian membantu memastikan seluruh jemaah telah mengisi form kedatangan tersebut sesuai dengan ketentuan, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia), disabilitas, dan jemaah yang membutuhkan pendampingan," harap Maria Assegaff.
Di samping memaparkan aturan baru, pihak kementerian turut menyampaikan pujian atas ketertiban yang ditunjukkan oleh seluruh rombongan jemaah asal Indonesia selama berada di Arab Saudi.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang sudah menunjukkan kedisiplinannya, ketaatannya, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci," tutur Maria Assegaff.
Pemerintah juga membuka diri terhadap evaluasi demi meningkatkan mutu pelayanan pada masa operasional haji mendatang.
"Kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Tentu, segala saran dan masukan dari Bapak/Ibu menjadi bekal penting bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan," ucap Maria Assegaff.
Sebagai penutup, Maria memberikan penghormatan bagi dedikasi para petugas lapangan yang mendampingi jemaah sepanjang musim haji.
"Tak lupa tentunya kami juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada seluruh petugas haji Indonesia yang selalu merespons cepat dalam memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, bahkan pengawasan kepada jemaah," pungkas Maria Assegaff.