Kemenhan Gembleng 400 Pegawai BUMN Ber-IQ Tinggi di Kodiklat TNI

Kemenhan Gembleng 400 Pegawai BUMN Ber-IQ Tinggi di Kodiklat TNI

Kementerian Pertahanan menggelar pelatihan kedisiplinan dan pembinaan karakter bagi ratusan karyawan perusahaan negara di barak militer. Sebanyak 400 pegawai BUMN mengenakan helm tempur serta sepatu lars tampak berbaris rapi di atas lapangan rumput, dikutip dari Nasional.

Para peserta mengikutinya di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan. Mereka merupakan bagian dari Presidential Future Leaders Program (PFLP) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun Anggaran 2026.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto membuka program ini melalui upacara resmi di Kodiklat TNI pada Rabu (20/5/2026). Peresmian PFLP Batch 1 tersebut sengaja diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.Pekerja yang terlibat dinilai sebagai investasi sumber daya manusia masa depan Indonesia karena memiliki Intelligence Quotient (IQ) di atas 120. Donny Ermawan Taufanto menyebut Presiden Prabowo Subianto menghendaki pemerintahan yang didukung SDM berkualitas dengan tata kelola dan kinerja baik.

"Artinya punya hati yang mulia dan cerdas, best heart and best mind. Jadi, itu yang diharapkan oleh Bapak Presiden," ujar Donny.

Kementerian Pertahanan kemudian menyiapkan program PFLP untuk menjaring SDM yang sesuai dengan kriteria tersebut. Pada angkatan pertama, kepesertaan berfokus pada karyawan baru BUMN yang masuk dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

"Nah, kita berdayakan karyawan-karyawan yang baru direkrut itu untuk kita seleksi, untuk kita didik di program ini," ujar Donny.

Proses seleksi awal mengundang 1.068 pegawai, dengan 700 orang menghadiri tahapan dan 400 orang dinyatakan lolos untuk gelombang pertama. Komposisi peserta yang berhasil lolos terdiri dari 272 pria serta 128 perempuan.

Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa rangkaian program PFLP Batch 1 dijadwalkan berlangsung selama sembilan bulan penuh. Pola pendidikan terbagi menjadi tiga fase utama yang wajib dilalui oleh seluruh peserta.

Tiga bulan pertama berjalan di Kodiklat TNI, disusul empat bulan berikutnya di Danantara Corporate University. Sementara itu, dua bulan terakhir akan diisi dengan program magang di berbagai kementerian, lembaga, badan, maupun BUMN.

Fase awal di Kodiklat TNI memfokuskan pembinaan pada aspek karakter, nasionalisme, jiwa kebangsaan, kebersamaan, disiplin, hingga daya juang. Penanganan proses pembentukan karakter ini diserahkan sepenuhnya kepada pengasuh serta pelatih Kodiklat TNI.

Memasuki tahap di Danantara Corporate University, peserta bakal dibekali kompetensi manajerial, metode analisis, pengambilan keputusan, hingga wawasan siber dan keamanan. Pengajar yang dihadirkan mencakup pakar dari dalam maupun luar negeri.

"Jadi saya rasa sangat lengkap yang akan mereka terima nantinya. Banyak nanti pengajar-pengajar, baik dalam negeri dan luar negeri, akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka," ungkap Donny.

Fase terakhir berupa magang dua bulan menempatkan peserta langsung di kementerian, lembaga, badan, dan BUMN untuk memperoleh pengalaman kerja secara riil. Donny Ermawan Taufanto berharap masa diklat sembilan bulan ini menjadi modal dasar bertugas di perusahaan negara.

Fokus pada Pembentukan Karakter dan Loyalitas

Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa penggemblengan di barak militer ini murni bertujuan untuk membangun kepribadian para pegawai BUMN.

"Jadi jangan dilihat negatifnya kemiliteran mereka nanti akan dididik militer, tidak. Tapi itu merupakan bentuk pembinaan karakter," ucap dia.

Selama berada di lingkungan Kodiklat TNI, peserta menerapkan pola hidup disiplin tinggi seperti bangun pagi, senam bersama, dan menaati regulasi pendidikan. Pembiasaan tersebut dirancang guna menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kebersamaan.

Latihan fisik seperti baris-berbaris juga dinilai mempunyai dampak positif bagi kapasitas kepemimpinan sekaligus loyalitas kerja karyawan perusahaan pelat merah.

"Nantinya akan sangat bermanfaat suatu saat dia menjadi pimpinan, bisa memimpin rekan-rekannya, ataupun kalau dia punya pimpinan, dia akan loyal kepada pimpinannya," kata Donny.

Aktivitas baris-berbaris dianalisis mampu mengasah kemampuan seseorang untuk menempatkan diri sebagai pemimpin ataupun anggota tim. Pola latihan ini memosisikan peserta bergantian memimpin rekan kelompoknya dan mengikuti instruksi komandan yang ditunjuk.

"Contoh mungkin seperti baris-berbaris, kita melihat seperti itu ya, tetapi pada dasarnya itu merupakan filosofi bagaimana seorang dipilih untuk memimpin teman-temannya," kata Donny.

"Demikian juga teman-temannya yang ada di barisan juga mempunyai jiwa followership untuk mengikuti apa yang diperintahkan dari rekannya yang menjadi komandan pasukan," imbuh dia.

Artikel terkait

Rekomendasi