Kementerian Pertahanan membuka pelatihan kedisiplinan dan pembinaan karakter bagi 400 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Nasional.
Para peserta yang lolos seleksi tersebut mengikuti Presidential Future Leaders Program (PFLP) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun Anggaran 2026, yang rincian anggotanya terdiri dari 272 pria dan 128 perempuan.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memimpin langsung upacara pembukaan program yang dirancang berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto demi menyiapkan SDM unggul di pemerintahan dan BUMN tersebut.
"Program ini selama sembilan bulan. Tiga bulan itu dilaksanakan di Kodiklat TNI ini. Kemudian empat bulan nanti di Danantara Corporate University, dan dua bulan akan magang di beberapa tempat, nanti kita akan putuskan," ujar Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa dari total 1.068 karyawan baru BUMN yang diundang mengikuti seleksi, sebanyak 700 orang hadir hingga akhirnya tersaring 400 peserta untuk angkatan pertama ini.
"Yang pertama ini kita didik adalah dari BUMN. Kebetulan BUMN tahun lalu sudah merekrut karyawan dan tahun ini juga sudah merekrut karyawan," kata Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Menurut penjelasan Donny Ermawan Taufanto, karyawan-karyawan baru tersebut diberdayakan dan diseleksi untuk dididik dalam program ini guna menerima materi kedisiplinan, nasionalisme, kebersamaan, hingga daya juang.
"Nah, kita berdayakan karyawan-karyawan yang baru direkrut itu untuk kita seleksi, untuk kita didik di program ini," ucap Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Pendidikan dasar militer yang diberikan di lingkungan Kodiklat TNI bertujuan sebagai sarana pembentukan karakter melalui pembiasaan pola hidup disiplin seperti bangun pagi dan senam bersama, bukan untuk mencetak prajurit.
"Itu adalah basic-basic yang kita ajarkan. Demikian juga dalam baris-berbaris, ini contoh ya, dalam berbaris-berbaris saja ini mengajarkan filosofi kebersamaan, kerapian, disiplin, dan sebagainya. Jadi jangan dilihat negatifnya, kemiliteran mereka nanti akan dididik militer, tidak. Tapi itu merupakan bentuk pembinaan karakter," tegas Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Setelah fase tiga bulan di Kodiklat TNI selesai, kurikulum berlanjut ke Danantara Corporate University untuk pembekalan kemampuan manajerial, analisis, pengambilan keputusan, hingga keamanan siber, disusul magang lintas institusi selama dua bulan.
"Jadi saya rasa tentu akan ada credit point dari mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan ini. Tapi tidak menjamin bahwa lulus dari sini langsung menjadi direktur, tidak juga. Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti, pengayaan-pengayaan harus dilakukan," imbuh Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Kementerian Pertahanan berencana membuka program serupa untuk gelombang berikutnya dengan peluang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).