Kemenkes Pastikan Hantavirus Bukan Hasil Konspirasi Pandemi Baru

Kemenkes Pastikan Hantavirus Bukan Hasil Konspirasi Pandemi Baru

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai isu konspirasi Hantavirus sebagai ancaman pandemi baru yang sengaja diciptakan demi kepentingan komersial penjualan vaksin. Imbauan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, dalam konferensi pers pada Senin (11/5/2026).

Pihak otoritas kesehatan menekankan pentingnya pemahaman yang benar agar tidak terjadi disinformasi di tengah publik, sebagaimana dilansir dari Nasional. Penegasan ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran yang tidak berdasar mengenai virus tersebut.

"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana ini dipahami oleh masyarakat. Jangan sampai berita yang disampaikan bersifat hoaks atau disinformasi," kata Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Menurut Andi, keberadaan Hantavirus tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) di Indonesia sebenarnya bukanlah fenomena baru karena sudah terdeteksi sejak puluhan tahun silam.

"Artinya sudah cukup lama dibandingkan isu-isu yang cenderung timbul belakangan ini," kata Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Penerbitan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilakukan sebagai langkah teknis komunikasi risiko. Hal ini dimaksudkan agar aparatur kesehatan dapat menyampaikan informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat luas.

"Risiko komunikasi itu penting. Ketika kami mengeluarkan surat edaran ke seluruh Dinkes dan fasyankes, itu adalah pada tataran teknis," ujar Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Faktor utama dalam mencegah penularan virus yang bersumber dari tikus ini adalah melalui pemeliharaan sanitasi lingkungan. Andi menyebutkan bahwa kebersihan sangat krusial karena infeksi berkaitan erat dengan kotoran hewan pengerat tersebut.

"Jadi, kebersihan lingkungan itu sangat terkait dengan adanya sekresi atau ekskresi dari tikus karena tikusnya ada," ujar Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Risiko penularan juga meningkat di wilayah yang rawan banjir. Masyarakat diminta waspada terhadap air genangan yang berpotensi membawa berbagai penyakit menular termasuk Hantavirus.

"Jangan sampai pas banjir masyarakat malah main-main air banjir kayak kolam renang raksasa, padahal itu berisiko terjadinya beberapa penyakit menular, salah satunya adalah Hantavirus tersebut," ucap Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Artikel terkait

Rekomendasi