Kementerian Kesehatan membuka pendaftaran Beasiswa Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan atau SEHAT 2026. Program ini menjadi peluang besar bagi mahasiswi Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia, seperti dikutip dari Medcom.
Kolaborasi resmi antara Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor HK.03.01/F.III/863/2025. Program ini dirancang guna mengatasi kesenjangan distribusi tenaga medis di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan.
Penerima program bantuan ini bakal mendapatkan dana pendidikan maksimal Rp10 juta setiap semester. Fasilitas tersebut mencakup biaya UKT, SKS, praktik lapangan, hingga uji kompetensi.
Bagi mahasiswi jenjang diploma, panitia menyediakan dana penelitian sebesar Rp3 juta yang cair sekali pada semester akhir. Mahasiswi jenjang profesi juga memperoleh dana pengembangan kapasitas Rp1,2 juta per semester.
Selain dukungan dana, penerima manfaat akan mendapatkan pelatihan kapasitas, bimbingan mentoring, dan akses ke jaringan ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe. Peserta juga berkesempatan mengikuti seleksi Penugasan Khusus dari Kemenkes RI.
Proses rekrutmen ini berlangsung sepenuhnya tanpa dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan program Beasiswa SEHAT.
Program finansial ini menyasar tiga jenjang pendidikan aktif. Jalur ini terbuka bagi mahasiswi Diploma III semester 1, Diploma IV semester 3, serta jenjang Profesi semester 1.
Jurusan yang menjadi target program ini meliputi Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, hingga Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.
Kriteria pendaftar Beasiswa SEHAT 2026 adalah sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia perempuan.
- Belum menikah.
- Berusia 17–24 tahun untuk D3/D4, dan maksimal 27 tahun untuk jenjang Profesi.
- Tidak sedang menerima beasiswa lain yang memiliki komponen pendanaan serupa.
- Aktif berorganisasi, berkegiatan sosial, atau mengikuti kompetisi sesuai bidang studi.
- Nilai rapor SLTA kelas 10–12 rata-rata minimal 80 per semester untuk mahasiswi D3 semester 1.
- IPK minimal 3,30 dari skala 4 pada semester 1 dan 2 untuk mahasiswi D4 semester 3.
- IPK minimal 3,75 dari skala 4 pada jenjang D3/D4 untuk mahasiswi Profesi semester 1.
- Menulis esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250–450 kata sesuai tema yang ditentukan.
Program ini berlaku untuk seluruh provinsi di Indonesia. Meski demikian, mahasiswi yang berasal dari luar Pulau Jawa dan Bali sangat direkomendasikan untuk mengajukan pendaftaran.
Berkas dan Dokumen yang Diperlukan
Pendaftar wajib menyiapkan sejumlah dokumen pendukung berupa KTP asli, Kartu Mahasiswa aktif, serta transkrip nilai atau KHS semester terakhir. Siapkan pula bukti keikutsertaan organisasi, surat rekomendasi dosen pembimbing akademis, pas foto terbaru, dan esai refleksi diri.
Khusus pendaftar jenjang D4 semester 3 wajib melampirkan KTP asal dari 21 provinsi target program. Mereka juga wajib mengunggah KHS semester 1 dan 2 dengan IPK minimal 3,30.
Seluruh berkas pendaftaran harus diunggah secara daring. Peserta dapat mengakses formulir elektronik resmi lewat tautan bit.ly/DaftarBeasiswaSEHAT.
Tahapan Seleksi Beasiswa SEHAT 2026
Prosedur pendaftaran diawali dengan mengunjungi situs resmi yayasankhouwkalbe.org/beasiswa-sehat atau formulir daring di bit.ly/DaftarBeasiswaSEHAT. Pilih jenjang yang sesuai, isi data diri, pastikan alamat email aktif, lalu unggah dokumen yang diminta.
Pemberitahuan kelulusan setiap tahapan akan dikirimkan langsung melalui alamat email peserta resmi yang telah didaftarkan.
Berikut adalah lini masa lengkap pelaksanaan seleksi Beasiswa SEHAT 2026:
- 8-30 Juni 2026: Pendaftaran online dibuka
- 1-27 Juli 2026: Seleksi administrasi
- 28 Juli 2026: Pengumuman hasil seleksi administrasi
- 1 Agustus 2026: Tes esai online
- 21 Agustus-14 September 2026: Wawancara online
- September 2026: Pengumuman penerima beasiswa & onboarding