Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan bukti rekaman suara terakhir Myta Aprilia Azmy, dokter magang lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia setelah mengalami kondisi kesehatan memburuk saat bertugas. Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra, menjelaskan bahwa almarhumah sempat melaporkan kondisi demam tinggi mencapai 40 derajat celsius kepada rekannya pada 1 April 2026. Percakapan melalui pesan singkat tersebut menunjukkan gejala awal yang dialami Myta saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"'Kok kelihatan sakit nian' gitu. Myta bilang kan, 'Iyo Bang, batuk pilek, Bang, demam, panas nian. Silau dak bisa buka mato gitu kan'," kata Myta, menceritakan ulang kepada temannya.
Narasi dalam rekaman tersebut mengungkap bahwa Myta berusaha meredakan sakitnya secara mandiri dengan mengonsumsi obat penurun panas dosis tinggi. Ia mengeluhkan gejala fisik yang semakin berat mulai dari rasa panas hingga mual.
"Napas aku panas. Hidung aku panas, semua hal ini ni panas. Sepanas itu, Ren memang. Tapi, aku menggigil. 'Minumlah, minum' kato Abang (dr D) tuh. 'Buka bae maskernyo,'" cerita Myta, kepada temannya.
Myta sempat disarankan oleh rekannya, dr D, untuk melepas masker agar bisa bernapas lebih lega dan mempermudah proses minum obat. Ia akhirnya diberikan obat lambung untuk mengatasi rasa mual yang muncul di tengah kondisi batuk dan pilek tersebut.
"Aku make masker kan, aku batuk pilek kan, takut bae gitu kan. 'Buka bae eh biar napasnyo enak. Mual, Bang. Nak muntah gitu'. Ya sudah diambilnyo obat, lansoprazole, biaso sih memang," cerita Myta, kepada temannya.
Kondisi kesehatan dokter tersebut dilaporkan tidak kunjung membaik hingga 11 April 2026, namun ia tetap menjalankan jadwal jaga di IGD. Empat hari kemudian, Myta menghubungi rekannya yang lain, dr Astri, untuk meminta bantuan penggantian jadwal karena sudah merasa tidak berdaya.
"Astri… Aku… Aku mau minta tolong… Mau minta tolong. Jadi, kalau dari jadwal kan Astri ini ya, apa, libur, ndak sih? Libur, ndak sih? Aku… Mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misal… Kamu… Bisa… Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin… Aku kayak… Enggak kuat Astri," kata dr Myta, dengan suara sesak.
Setelah permintaan tersebut disetujui, kondisi Myta terus merosot hingga akhirnya dilarikan ke RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang pada 27 April 2026. Korban sempat menjalani perawatan di ruang isolasi infeksi dan ruang ICU sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat masalah paru-paru berat.