Pemerintah meluncurkan logo resmi untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang jatuh pada 24 Mei 2026. Desain visual yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Digital ini memuat simbol burung elang serta tunas daun.
Perilisan lambang peringatan tahunan tersebut, seperti dikutip dari Suara, menjadi representasi dari kekuatan, pertumbuhan, sekaligus kesejahteraan masyarakat. Melalui logo ini, pemerintah ingin memperkuat ikatan gotong royong dan kemandirian masyarakat Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, telah menandatangani pedoman resmi peringatan Harkitnas 2026. Panduan tersebut memuat penjelasan mendalam mengenai tema besar, filosofi logo, hingga makna dari setiap elemen visual yang digunakan.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun ini mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Pesan utama dalam tema ini berfokus pada optimisme untuk melangkah menuju masa depan yang lebih kokoh dan berdaya saing tinggi.
Slogan tersebut juga membawa misi penting dalam mengawal generasi muda sebagai penerus bangsa. Di samping itu, penguatan kedaulatan negara tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan era digital yang terus berkembang pesat.
Filosofi Warna dan Komponen Visual Logo
Representasi visual angka "118" menjadi penanda usia peringatan sekaligus simbol dari semangat bangsa yang terus bergerak maju. Identitas visual ini dirancang untuk mencerminkan keadilan dan kemakmuran seluruh lapisan masyarakat.
Kombinasi warna pada logo memuat pesan mendalam mengenai proyeksi masa depan Indonesia. Warna biru diaplikasikan sebagai lambang ketangguhan dan kepercayaan, sementara warna kuning keemasan merepresentasikan energi serta kemakmuran.
Simbol Kepala Elang dan Daun
Komponen kepala burung elang diletakkan pada bagian atas angka 8 yang terinspirasi dari lambang negara, Garuda. Kehadiran simbol ini mempertegas bahwa kebangkitan nasional memerlukan daya juang yang besar serta kewibawaan negara.
Pada bagian bawah angka 8, terdapat elemen berbentuk daun yang melambangkan keberlanjutan hidup. Simbol pangan ini mengingatkan pentingnya mewujudkan kemandirian pangan sebagai fondasi utama bagi kesehatan dan kedaulatan bangsa.