Kemensos Perbarui Data DTSEN 2026 untuk Saring Penerima Bansos

Kemensos Perbarui Data DTSEN 2026 untuk Saring Penerima Bansos

Kementerian Sosial Republik Indonesia memperketat validasi data penerima bantuan sosial reguler pada Senin, 18 Mei 2026, dengan memanfaatkan integrasi lintas sektor dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.

Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan kuota setelah tercatat sebanyak 1.322 penerima manfaat berhasil keluar secara sukarela atau graduasi mandiri sejahtera pada awal tahun 2026.

Para peserta yang keluar tersebut merupakan alumni Program Pahlawan Ekonomi Nasional atau PENA yang dinilai telah mampu meningkatkan taraf hidup keluarga lewat usaha produktif.

Direktorat Pemberdayaan Sosial mengalokasikan stimulus modal usaha PENA sebesar Rp6 juta per orang, yang terdiri dari Rp5 juta untuk perlengkapan dan Rp500 ribu untuk bahan baku.

Pemerintah menargetkan alokasi Program Keluarga Harapan tetap menyasar sekitar 10 juta penerima manfaat, sedangkan Bantuan Pangan Non Tunai atau bansos sembako menyasar hampir 19 juta penerima di seluruh Indonesia.

Merujuk publikasi Instagram resmi @pusdatinkesos, DTSEN merupakan basis data tunggal individu atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk hasil padanan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri.

Sistem ini mengintegrasikan tiga sumber utama, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, dan Registrasi Sosial Ekonomi.

Melalui DTSEN, tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi ke dalam sepuluh kelompok atau desil, di mana desil 1 sampai 4 menjadi prioritas penerima PKH, sedangkan desil 1 sampai 5 diprioritaskan untuk BPNT dan Jaminan Kesehatan Nasional.

Kementerian Sosial menegaskan bahwa nama penerima bisa terhapus dari sistem apabila kondisi ekonomi meningkat, pindah domisili, data tidak valid, terjadi duplikasi, atau yang bersangkutan meninggal dunia.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan status kepesertaan secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.

Penyaluran bantuan sosial pada tahun ini tetap mempertahankan dua jalur distribusi utama, yakni melalui jaringan Bank Himbara dan skema Bantuan Langsung Tunai lewat PT Pos Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi