Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Nasional Aman Menjelang Iduladha

Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Nasional Aman Menjelang Iduladha

Kementerian Pertanian memastikan pasokan bawang merah nasional tetap aman menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah meskipun sejumlah sentra produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada Rabu (20/5/2026). Ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan tersebut dipantau langsung di berbagai daerah produsen utama, dilansir dari Nasional.

Pemerintah menilai hasil panen dalam negeri masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat berdasarkan pemantauan di wilayah Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo. Data nasional menunjukkan angka produksi tahunan komoditas ini melampaui total konsumsi warga.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, memaparkan bahwa rata-rata produksi tahunan mencapai 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen, sementara kebutuhan konsumsi hanya 1,26 juta ton.

"Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi," kata Ratule.

Tantangan cuaca buruk pada periode tanam Maret hingga Mei tahun ini memicu munculnya gangguan ulat grayak serta moler. Masalah serangan organisme pengganggu tanaman tersebut diakui memengaruhi tingkat produktivitas di beberapa wilayah pembudidayaan.

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama," ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi.

Kelancaran pengiriman barang menuju luar pulau saat ini dilaporkan tidak terganggu oleh kendala cuaca tersebut. Para petani di daerah luar Jawa tetap aktif menyuplai kebutuhan wilayah lain secara berkala.

"Pasokan diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi," ujar Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra.

Petani champion asal Solok, Amri Ismail, menambahkan bahwa momentum panen raya di areanya diproyeksikan baru akan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 untuk memperkuat kebutuhan wilayah Sumatra. Sementara itu, aktivitas panen di Enrekang juga terus berjalan demi memenuhi pengiriman rutin ke Kalimantan sebanyak tiga kali sepekan.

Artikel terkait

Rekomendasi