Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Surplus 891 Ribu Ekor

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Surplus 891 Ribu Ekor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran ibadah umat Islam.

Berdasarkan data Kementan per 13 Mei 2026, total ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3.246.790 ekor. Seperti diberitakan oleh Kompas, jumlah tersebut berada di atas proyeksi kebutuhan tahun ini yang mencapai 2.355.470 ekor.

Melalui perbandingan data tersebut, terdapat surplus pasokan hewan kurban sebanyak 891.320 ekor secara nasional. Kondisi ini dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu pengendalian harga menjelang Hari Raya.

Stok hewan kurban tahun ini terdiri atas beberapa jenis ternak utama yang tersebar di berbagai daerah. Kementan mencatat seluruh jenis hewan kurban tersebut berada dalam kondisi surplus.

Untuk jenis sapi, ketersediaan mencapai 1,4 juta ekor dengan tingkat kebutuhan sebesar 935.690 ekor. Sementara itu, stok kerbau tercatat sebanyak 33.952 ekor untuk memenuhi kebutuhan yang diproyeksikan sebesar 12.914 ekor.

Kategori kambing memiliki jumlah ketersediaan hingga 1,08 juta ekor dengan angka kebutuhan sebesar 859.268 ekor. Untuk domba, pasokan yang tersedia menyentuh 791.452 ekor dengan proyeksi kebutuhan sebanyak 466.086 ekor.

Pengetatan Pengawasan dan Distribusi di Lapangan

Kementan menerapkan sejumlah langkah pengawasan di lapangan demi menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban. Upaya ini difokuskan pada kelancaran distribusi dan pencegahan penularan penyakit ternak.

Pemerintah memperketat pemeriksaan lalu lintas hewan antardaerah serta memacu produksi peternakan di wilayah sentra ternak. Selain itu, penyediaan pakan berkualitas dengan harga terjangkau juga menjadi prioritas.

Kementan turut menyiapkan 9.743 petugas pemeriksa untuk memantau kondisi ternak sebelum dan sesudah proses pemotongan. Petugas ini disebar ke berbagai titik strategis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah terus mengatur distribusi hewan kurban dari daerah surplus ke wilayah yang masih kekurangan pasokan.

"Pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi dari daerah produksi dan daerah surplus ke daerah yang masih minus agar pasokan merata dan harga juga terkendali," ujar Agung dikutip Antara, Senin (18/5/2026).

Tren Kenaikan Produksi dan Imbauan Kesehatan

Data Kementan menunjukkan tren ketersediaan hewan kurban nasional relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan signifikan pada tahun ini dipengaruhi oleh penguatan produksi peternakan domestik.

Pada tahun 2022, stok tercatat sebesar 3,21 juta ekor, kemudian menjadi 2,73 juta ekor pada 2023. Jumlahnya sempat berada di angka 1,81 juta ekor pada 2024, lalu naik menjadi 2,06 juta ekor pada 2025, hingga mencapai 3,24 juta ekor pada 2026.

Masyarakat diimbau untuk membeli hewan kurban dari tempat terpercaya dan memperhatikan kondisi fisik ternak secara saksama. Hal ini penting untuk memastikan kualitas daging aman dikonsumsi.

Beberapa ciri fisik hewan kurban sehat yang disarankan meliputi mata yang terlihat cerah serta bulu bersih dan tidak kusam. Selain itu, ternak harus memiliki nafsu makan yang baik dan aktif bergerak.

Artikel terkait

Rekomendasi