Kementerian Agama Berangkatkan 186.041 Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi

Kementerian Agama Berangkatkan 186.041 Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi

Sebanyak 186.041 jemaah haji asal Indonesia yang terbagi dalam 481 kloter beserta 1.919 petugas dilaporkan telah diberangkatkan menuju Arab Saudi pada Selasa (19/5/2026). Informasi pergerakan massal ini dilansir dari Nasional berdasarkan catatan data terakhir dari pihak otoritas.

Gelombang kedatangan jemaah tersebut terbagi dalam beberapa fase operasional menuju kota suci. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umroh, pergerakan dari Madinah ke Makkah secara bertahap telah mencapai 472 kloter dengan rincian 182.332 jemaah dan 1.888 petugas.

Sementara itu, kedatangan jemaah haji gelombang II yang mendarat melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah tercatat mencapai 208 kloter. Fase ini membawa sebanyak 79.945 jemaah serta didampingi oleh 832 petugas.

Otoritas terkait juga melakukan pemantauan ketat terhadap kedatangan jemaah haji khusus. Data resmi menunjukkan bahwa sebanyak 13.180 jemaah haji khusus kini telah tiba di Arab Saudi untuk memulai seluruh rangkaian ibadah sesuai jadwal resmi.

“Hari ini Alhamdulillah kita telah memasuki hari ke-29 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji,” tutur Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026).

Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas penunjang bagi jemaah di Arab Saudi dapat diakses dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. Pemantauan ini mencakup sektor akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga pembinaan ibadah jemaah.

Di sisi lain, Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) 2026 terus melakukan pematangan persiapan secara menyeluruh demi menyambut fase puncak haji. Persiapan intensif difokuskan pada kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) guna menjamin keamanan, kenyamanan, ketertiban, serta kekhusyukan ibadah.

“Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara bergerak secara bersamaan dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas karena itu kemudian pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta kesiapan fisik jemaah ini jadi faktor kunci yang sangat menentukan,” tandas Maria Assegaf, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh.

Artikel terkait

Rekomendasi