Kementerian Haji dan Umroh bersiap melakukan perbaikan radikal terhadap tata kelola pelayanan ibadah haji di Indonesia guna memotong rantai praktik korupsi dan menurunkan biaya logistik.
Rencana penataan ulang tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah pada Sabtu, 17 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Langkah jangka pendek difokuskan pada efisiensi komponen pemondokan serta konsumsi jemaah, yang tercatat berhasil memangkas ongkos haji hingga Rp6 juta dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa seluruh proses penyelenggaraan dari keberangkatan hingga kepulangan harus berjalan tertib dan bersih dari manipulasi, meskipun pembenahan bertahap ini berisiko memicu perlawanan dari kartel haji.
"Kami pangkas mark up yang tidak seharusnya, misal di konsumsi, di pemondokan dan lainnya, sehingga penurun ongkos haji signifikan bisa dilakukan. Total selama 2 tahun ini turun Rp 6 Juta," tutur Dahnil.
Selain efisiensi biaya, Kementerian Haji dan Umroh juga mereformasi sistem antrean jangka menengah dengan menyerap kuota berdasarkan jumlah daftar tunggu, sehingga masa tunggu kini seragam menjadi sekitar 26 tahun di seluruh wilayah.
Kebijakan penataan tersebut diambil lantaran total antrean jemaah saat ini telah menembus angka 5,7 juta orang, sebuah jumlah yang dinilai Presiden Prabowo Subianto masih terlalu lama.
"Dan tentu dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, kami mencari formula terbaik untuk mengurai benang kusut ini. Dan akarnya, mulai dari pembenahan tata kelola keuangan haji di (Badan Pengelola Keuangan Haji) BPKH, dan saat ini ada momentum perubahan undang-undang pengelolaan keuangan haji," jelas Dahnil.
Pihak kementerian bersama Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf menegaskan akan mendorong akuntabilitas regulasi di Badan Pengelola Keuangan Haji agar hak-hak keuangan jemaah bisa diakses secara transparan.
Pada sasaran jangka panjang, orientasi transformasi haji diproyeksikan untuk membangun kesalehan sosial yang berdampak langsung pada peningkatan peradaban serta keadaban bangsa.
"Mohon doa semua rakyat Indonesia. Pekerjaan yang tak mudah. Tapi saya dan kawan-kawan harus mulai, dan dukungan serta komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk kami bisa melangkah sangat meringankan," tandas Dahnil.