Kementerian Kebudayaan Beberkan Sejarah Hari Filateli Indonesia

Kementerian Kebudayaan Beberkan Sejarah Hari Filateli Indonesia

Hari Filateli Indonesia diperingati setiap tanggal 29 Maret sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia perangko dan aktivitas mengoleksi benda pos. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya perangko dalam sejarah komunikasi serta identitas bangsa, seperti dilansir dari Kiaton.

Filateli merupakan kegiatan mengoleksi serta mempelajari perangko dan benda pos lainnya. Aktivitas ini telah dikenal di Indonesia sejak masa kolonial Belanda, saat perangko pertama kali digunakan sebagai alat pembayaran pengiriman surat.

Perkembangan sistem pos mengubah fungsi perangko menjadi media informasi dan promosi budaya. Pasca-kemerdekaan, Indonesia menerbitkan perangko sendiri dengan tema nasional, seperti perjuangan, pahlawan, hingga kekayaan alam yang memicu perkembangan minat filateli masyarakat.

Laman Kementerian Kebudayaan mencatat tanggal 29 Maret dipilih karena bertepatan dengan momen berdirinya organisasi filateli nasional pada tahun 1922. Organisasi tersebut bernama Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) yang dibentuk sejak masa Hindia Belanda.

PFI menjadi wadah berkumpul, bertukar koleksi, dan mengembangkan pengetahuan filateli bagi para kolektor. Organisasi ini terus berkembang dalam mempromosikan filateli di tanah air melalui pameran, edukasi, hingga kerja sama internasional.

Peran Perangko dalam Budaya dan Sejarah

Setiap desain perangko menyimpan narasi peristiwa penting, tokoh sejarah, dan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini membuat perangko kerap dijuluki sebagai "duta kecil" yang memperkenalkan Indonesia ke ranah internasional.

Koleksi perangko berfungsi sebagai arsip visual perjalanan bangsa dari masa ke masa. Melalui aktivitas filateli, generasi muda dapat mempelajari sejarah dengan metode yang unik sekaligus menarik.

Peringatan Hari Filateli

Peringatan Hari Filateli Indonesia umumnya diisi dengan kegiatan edukasi masyarakat, lomba koleksi, hingga pameran perangko. Rangkaian acara tersebut bertujuan meningkatkan minat generasi muda yang kini mulai tergerus perkembangan teknologi digital.

Filateli tetap eksis sebagai hobi yang mengandung nilai historis dan edukatif di era modern. Peringatan setiap 29 Maret ini menjadi momentum mengenang peran penting pos sekaligus mengajak masyarakat melestarikan warisan budaya tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi