Kementerian Pendidikan Taiwan Buka Beasiswa S1 Sampai S3 Semua Jurusan

Kementerian Pendidikan Taiwan Buka Beasiswa S1 Sampai S3 Semua Jurusan

Kementerian Pendidikan Taiwan membuka peluang bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi melalui Beasiswa MOE. Program ini mencakup jenjang S1, S2, hingga S3 untuk semua jurusan dan universitas di Taiwan, seperti dilansir dari Medcom.

Fasilitas yang disediakan bagi penerima beasiswa ini meliputi tunjangan uang saku bulanan serta subsidi untuk biaya kuliah. Selain itu, keterbatasan kemampuan bahasa Mandarin bukan menjadi kendala utama bagi para pendaftar program ini.

Kementerian Pendidikan Taiwan atau Ministry of Education (MOE) bertindak sebagai lembaga pusat yang mengelola seluruh kebijakan pendidikan. Struktur MOE membawahi berbagai departemen strategis seperti Departemen Pendidikan Tinggi serta Departemen Pendidikan Internasional dan Lintas Selat.

Manajer Taiwan Education Center Indonesia di Jakarta, Tirta Amerta Effendi, menjelaskan bahwa lembaga tersebut resmi dikelola oleh TETO Jakarta yang bermitra dengan MOE Taiwan. Saat ini, tercatat lebih dari 16 ribu pelajar asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Taiwan.

Biaya pendidikan tinggi di Taiwan dinilai relatif terjangkau dengan kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta per semester. Pelajar internasional juga memiliki akses luas terhadap berbagai skema bantuan dana dari pemerintah, universitas, maupun lembaga lainnya.

Selain program gelar, pemerintah Taiwan menyediakan pilihan bantuan finansial lain untuk memperdalam kemampuan bahasa. Pilihan ini ditujukan bagi mereka yang ingin fokus mempelajari bahasa Mandarin secara intensif.

"Jadi pemerintah Taiwan sangat membuka gerbang seluas-luasnya bagi pelajar Indonesia untuk studi di sana, banyak sekali beasiswa yang diselenggarakan. Selain beasiswa degree, beasiswa program gelar, itu juga ada biasiswa HES, NYU Enrichment Scholarship, di mana HES ini merupakan program beasiswa belajar bahasa Mandarin di Taiwan selama satu tahun," kata Tirta.

Program Huayu Enrichment Scholarship (HES) memberikan bantuan finansial berupa uang saku bulanan sebesar 28.000 NTD atau sekitar Rp15 juta. Bantuan ini disalurkan selama periode belajar satu tahun penuh bagi peserta yang lolos seleksi.

Skema HES bersifat terbuka untuk masyarakat umum tanpa mewajibkan syarat kemampuan bahasa Mandarin awal. Persyaratan dasar pendaftaran meliputi usia minimal 18 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.

"Nah, kalau HES ini terbuka untuk umum, bisa enggak bisa mandarin boleh daftar HES, baik Beasiswa MOE dan HES, informasi resminya di studi di taiwan.blogspot.com. Beasiswanya dibuka 1 Februari sampai 31 Maret 2026," ujar Tirta.

Ketentuan Kemampuan Bahasa Mandarin

Kekhawatiran mengenai penguasaan rumpun bahasa lokal ditegaskan bukan menjadi penghambat bagi pelamar. Pendaftar yang memilih program studi bermedium bahasa Inggris tetap dapat mengikuti seleksi dengan melampirkan sertifikasi kompetensi bahasa Inggris.

"Jadi kalau misalkan belum bisa bahasa Mandarin, pilih saja jurusan yang full diajarkan dalam bahasa Inggris. Tapi nanti saat kuliah di Taiwan, nanti ada kelas belajar bahasa Mandarin gratis, karena diwajibkan. Jadi pelajar internasional yang ambil jurusan full Inggris, itu wajib ambil kelas belajar bahasa Mandarin," tutur Tirta.

Pihak perguruan tinggi di Taiwan menyediakan kelas bahasa Mandarin tanpa biaya dari tingkat dasar untuk mendukung adaptasi mahasiswa asing. Langkah ini bertujuan mempermudah komunikasi harian serta proses akademik selama masa tinggal di sana.

"Jadi kalau enggak bisa Mandarin, sekali lagi bisa kuliah di Taiwan, tapi nanti saat kuliah harus ambil kelas belajar bahasa Mandarin. Bisa kok, universitas menyediakan kelas dari 0, dari 0, untuk kelas pemula," kata Tirta.

Mahasiswa Indonesia di Taiwan banyak memilih program studi di bidang engineering, ilmu komputer, bisnis manajemen, hingga hospitality. Pembaruan informasi resmi terkait program ini juga didistribusikan melalui akun media sosial Instagram resmi @tetotec_indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi