Kementerian Pekerjaan Umum membutuhkan anggaran sebesar Rp30 triliun untuk menangani 136 lokasi perlintasan sebidang kereta api di jalan nasional yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Rencana penataan infrastruktur tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026).
Data dari Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan total perlintasan sebidang di seluruh Indonesia mencapai 4.242 titik, seperti dilansir dari Detik Finance. Sebanyak 184 lokasi berada di bawah kewenangan nasional, dengan 48 titik di antaranya telah selesai ditangani oleh pemerintah.
"Masih terdapat 136 lokasi perlintasan sebidang pada jalan nasional ini yang perlu ditangani lebih lanjut," ujar Diana dalam rapat kerja Komisi IV DPR, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Ratusan titik perlintasan tersebut tersebar di tujuh provinsi, meliputi 27 lokasi di Sumatera Utara, 7 lokasi di Sumatera Barat, 18 lokasi di Sumatera Selatan, 8 lokasi di Banten, 13 lokasi di Jawa Barat, 16 lokasi di Jawa Tengah, dan 47 lokasi di Jawa Timur. Peningkatan keselamatan dilakukan melalui pembangunan simpang tak sebidang seperti flyover atau underpass, peningkatan sistem keamanan, hingga penutupan perlintasan yang tidak memenuhi syarat.
"Dari sisi kebutuhan konstruksi, estimasi biaya untuk penanganan 136 lokasi tersebut ini mencapai sekitar Rp 30 triliun. Dengan perkiraan ini rata-rata biaya konstruksi ini sekitar Rp 350 sampai Rp 400 juta per meternya," tambah ia.
Pemerintah menghadapi tantangan utama berupa pembebasan lahan milik masyarakat, PT KAI, dan pemerintah daerah. Kementerian PU memerlukan tiga upaya percepatan, yakni inventarisasi lahan, penyusunan regulasi penyederhanaan proses, serta koordinasi komitmen antar pemangku kepentingan.
"Inilah titik yang sangat menentukan, ya. Sebab meskipun kebutuhan konstruksi sudah dapat dihitung, pelaksanaan titik ini tidak dapat berjalan optimal bila lahannya tidak siap," jelas Diana.
Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam membangun simpang tak sebidang guna mengurai persoalan serupa. Proyek-proyek yang telah diselesaikan antara lain Flyover Kretek, Flyover Kesambi, Flyover Klonengan, Flyover Dermoleng, Underpass Karangsawah, dan Flyover Patih Galung.