Kementerian PU Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Rampung Juni

Kementerian PU Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Rampung Juni

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 93 lokasi sekolah rakyat selesai pada 20 Juni 2026 mendatang. Langkah akselerasi ini diambil pemerintah karena tahun ajaran baru sekolah akan segera dimulai pada bulan Juli.

Progres fisik proyek nasional tersebut saat ini dilaporkan telah menyentuh angka rata-rata hampir 70 persen, dilansir dari Detik Finance pada Jumat (5/6/2026). Kementerian PU terus mendorong percepatan konstruksi dengan target capaian berkisar antara satu hingga dua persen per hari.

"Sekolah rakyat itu progres rata-rata untuk 93 lokasi sekitar hampir 70%. Jadi per hari itu kita kejar rata-rata 1% sampai 2%, ada yang kita kejar sampai 3% tergantung lokasi," kata Dody dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami keterlambatan pembangunan kini sudah memperlihatkan tren pemulihan yang signifikan. Kendala sempat terjadi akibat libur Idul Adha yang membuat para pekerja bangunan pulang ke kampung halaman, namun kini aktivitas di lapangan telah kembali berjalan normal.

"Untuk lokasi-lokasi yang katakanlah kemarin itu agak-agak tertinggal, misalnya Singkawang, terus Brebes, Dharmasraya, Cilacap, Lombok Utara sepertinya sudah mulai jauh membaik," tutur Dody.

Pemerintah melalui Kementerian PU juga aktif menjalin koordinasi dengan BUMN Karya dan Danantara demi mengurai hambatan yang dihadapi pihak kontraktor. Dukungan penuh disiapkan oleh pemerintah jika terdapat kendala yang berkaitan dengan aspek pendanaan maupun kebutuhan sumber daya di lapangan.

"Tapi juga saya akui bahwa mungkin dari 93 lokasi, tidak semua lah ya. Boleh saya billing 80% plus itu mudah-mudahan kita upayakan maksimal bisa selesai. Tapi tetap saya upayakan 93 lokasi itu bisa benar-benar selesai di 20 Juni," sebut Dody.

Otoritas pekerjaan umum memastikan bahwa sudah tidak ada lagi proyek sekolah rakyat yang menyisakan kemajuan nol persen. Beberapa daerah tercatat masuk ke dalam zona hijau dengan capaian fisik tertinggi, di antaranya Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, Makassar, Sinjai, dan Takalar.

"Cuma memang ada beberapa titik yang masuk zona hijau seperti Seragen, Medan, Semarang, Bengkulu, Makassar itu masuk progres fisik yang paling tinggi," tutup Dody.

Artikel terkait

Rekomendasi