Kementerian PU Kejar Target Proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara

Kementerian PU Kejar Target Proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara

Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat kini telah menyentuh angka 21 persen. Proyek yang menjadi salah satu program unggulan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dialokasikan menelan anggaran senilai Rp 241 miliar. Seperti dilansir dari Detik Finance, pengerjaan infrastruktur pendidikan tersebut ditargetkan dapat selesai secara keseluruhan pada bulan Juni 2026.

Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman mengungkapkan bahwa sejumlah metode percepatan saat ini tengah diterapkan di lapangan.

"Salah satunya penambahan mandor untuk memperbanyak jumlah tenaga kerja yang kita perbanyak agar semua masing-masing bangunan itu bisa sesuai target yang terschedule," ujar Arahman ditemui di lokasi pembangunan gedung sekolah rakyat, Kamis sore (14/5/2026).

Arahman menjelaskan bahwa pembangunan yang mencakup 28 gedung sekolah rakyat ini baru menyentuh angka 21 persen. Kendati demikian, dirinya optimis seluruh pengerjaan fisik dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan tenggat yang telah ditetapkan.

"Mudahan bisa selesai 20 Juni. Jadi untuk percepatan itu kita upayakan di masing-masing bangunan itu kita perbanyak tenaga kerjanya di situ," ujarnya.

Saat ini tercatat ada sekitar 837 orang tenaga kerja yang dikerahkan di area proyek. Guna memacu kecepatan pembangunan di atas lahan seluas lebih dari 6 hektare (ha) tersebut, pihak pengawas mengestimasi masih membutuhkan tambahan sebanyak 363 orang pekerja lagi.

"Karena kita butuh sekitar 1.200 orang pekerja, sementara baru 837 orang. Nah kita upayakan bertahap masuk untuk penambahan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini beroperasi penuh selama 24 jam dengan menerapkan sistem giliran kerja atau shift bagi seluruh staf lapangan. Sejumlah fasilitas yang saat ini sedang memasuki tahapan pengecoran meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra-putri untuk semua jenjang, kantin, hingga rumah susun untuk para guru.

"Jadi semuanya lengkap di sini, termasuk fasilitasnya kita bangun semua juga di sini. Ada juga lapangan mini soccer termasuk guesthouse," ujarnya.

Sekolah Rakyat pertama di wilayah NTB ini direncanakan memiliki daya tampung hingga 1.080 orang siswa dari jenjang dasar sampai menengah atas. Area bangunan utama sendiri menempati lahan seluas 2,8 ha dari total keseluruhan kawasan yang mencapai 6,7 hektare.

Mengingat wilayah Lombok Utara sempat diguncang gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo pada tahun 2018 silam, seluruh kompleks gedung ini dirancang menggunakan metode proteksi bencana yang ketat.

"Untuk memang sudah kita pakai sistem tahan gempa yang kita kerjakan saat ini. Secara perhitungan sudah aman meskipun berjarak 100 meter dari tepi pantai " katanya.

Berdasarkan cetak biru perencanaan, kekuatan struktural dari seluruh bangunan sekolah ini diklaim mampu meredam guncangan gempa hingga kekuatan 8 skala richter.

"Kami pastikan tahan gempa," katanya.

Mengenai kendala operasional, Arahman menyatakan tidak ada hambatan besar yang mengganggu jalannya proyek. Faktor logistik berupa pengadaan material yang serupa dengan proyek sekolah rakyat di daerah lain menjadi hal yang harus diantisipasi dengan pemesanan sejak jauh hari.

"Karena sekolah rakyat ini secara keseluruhan serentak pengerjaannya. Artinya dari sisi material-material yang sifatnya semua sekolah rakyat membutuhkan itu mungkin di situ saja sih kendala. Karena ada yang didatangkan dari Surabaya untuk material-material yang jenisnya sama dengan sekolah rakyat yang lainnya," tandasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi