Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengadopsi metode konstruksi struktur baja guna mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 1 di Desa Wlahar, Kabupaten Brebes pada Rabu (06/05/2026). Langkah strategis ini bertujuan mengejar target operasional sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli mendatang.
Penggunaan material baja ini diklaim mampu mereduksi waktu pengerjaan struktur secara masif, dari durasi normal 180 hari menjadi hanya 48 hari. Dilansir dari Kompas, proyek ambisius ini dirancang untuk menyediakan fasilitas pendidikan modern demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek tahap kedua ini agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa.
"Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada Juni, sebelum tahun ajaran baru pada Juli," kata Dody, Menteri PU.
Pemerintah juga menerapkan sistem kerja dua shift serta penambahan jumlah tenaga kerja dan alat angkat untuk mendukung percepatan di lapangan. Selain itu, jembatan bailey dibangun sebagai akses logistik guna mengatasi kendala distribusi material yang sempat terhambat oleh faktor cuaca dan medan.
Proyek yang dikerjakan oleh KSO WIKA-WEGE-APIK ini menelan total anggaran sebesar Rp 244,69 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026. Area pendidikan terpadu seluas 27.372 meter persegi ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur penunjang.
Fasilitas yang mencakup gedung SD, SMP, dan SMA tersebut juga akan dilengkapi dengan asrama siswa, rumah susun bagi guru, serta ruang serbaguna. Kawasan ini pun menyediakan sarana olahraga dan masjid untuk mendukung kebutuhan pendidikan yang komprehensif bagi warga Kabupaten Brebes.