Kementerian Transmigrasi Kirim 36 Peserta Pelatihan ke China

Kementerian Transmigrasi Kirim 36 Peserta Pelatihan ke China

Kementerian Transmigrasi memberangkatkan 36 peserta pelatihan ke China pada Jumat (08/05/2026) malam untuk mempelajari strategi pengentasan kemiskinan. Program ini merupakan bagian dari transformasi transmigrasi yang kini diperluas melalui kerja sama internasional guna memperkuat pengembangan kawasan di Indonesia.

Dilansir dari Kompas, para peserta terdiri dari transmigran, akademisi dari 10 perguruan tinggi, analis kementerian, hingga pejabat pemerintah. Seluruh biaya program bertema Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan yang berlangsung pada 9-22 Mei 2026 ini ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah China.

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskan bahwa kunjungan selama dua pekan tersebut bertujuan agar peserta melihat langsung praktik terbaik yang diterapkan di negara tersebut. Hasil pembelajaran ini direncanakan akan diterapkan pada berbagai level, mulai dari wilayah kabupaten hingga tingkat keluarga.

"Kami ingin agar mereka betul-betul mempelajari best practice-nya itu seperti apa. Mereka akan berangkat malam ini dan akan berada di sana kurang lebih selama 2 minggu," kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Transmigrasi.

Para peserta dari perguruan tinggi mitra, termasuk UI, ITB, dan UGM, nantinya akan bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Mereka dijadwalkan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat.

"Inilah yang kita gandeng karena mereka nanti akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk berkiprah di 53 kawasan transmigrasi. Khususnya 10 kawasan transmigrasi di Papua yang nanti mereka akan bertugas kurang lebih selama 1 tahun," ujar M Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Transmigrasi.

Pemilihan China sebagai lokasi studi didasari atas keberhasilan negara tersebut menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan dalam empat dekade terakhir. Strategi bertahap yang dilakukan pemerintah setempat dinilai sangat relevan untuk diadaptasi di kawasan transmigrasi Indonesia.

"Jadi 1,4 miliar penduduknya mereka punya strategi yang cukup besar dalam 4 dekade secara bertahap dilakukan upaya pengentasan kemiskinan itu," kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Transmigrasi.

Salah satu peserta, Kepala Distrik Klamono dari Papua Barat Daya, Oktavianus Kolin, menyatakan antusiasmenya mengikuti program di Beijing tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerjanya, terutama di Distrik Klamono-Segun.

"Saya dari Papua Barat Daya mengikuti ke Beijing untuk bagaimana saya belajar yang ada di Beijing itu bahwa pengantasan kemiskinannya cukup luar biasa," ujar Oktavianus Kolin, Kepala Distrik Klamono.

Artikel terkait

Rekomendasi