Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan klarifikasi resmi mengenai isu pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa pesawat tempur Chengdu J-10C asal China pada Selasa (5/5/2026). Penegasan ini muncul setelah beredar kabar di media sosial China mengenai kesepakatan bernilai 65 miliar yuan atau sekitar Rp156,8 triliun untuk pembelian 42 unit jet tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa informasi mengenai kontrak yang telah ditandatangani tersebut tidak benar. Hingga saat ini, belum ada dokumen resmi yang mengikat kerja sama pengadaan puluhan pesawat tempur tersebut.
"Terkait pemberitaan mengenai pengadaan pesawat tempur Chengdu J-10C, dapat kami tegaskan bahwa tidak terdapat kontrak pengadaan 42 unit sebagaimana yang beredar," ujar Rico Ricardo Sirait kepada Bloomberg Technoz.
Meskipun membantah adanya kontrak, pihak kementerian belum memberikan penjelasan rinci mengenai kelanjutan minat terhadap pesawat tersebut. Rencana pengadaan armada ini sebelumnya pernah disinggung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyatakan optimisme kehadiran pesawat China di Indonesia.
"Sebentar lagi terbang di Jakarta," ujar Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu (15/10/2025).
Berdasarkan laporan Bloomberg News, pemerintah memang sedang meninjau tawaran dari China tersebut untuk melengkapi kebutuhan operasional TNI Angkatan Udara. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebutkan bahwa evaluasi teknis diperlukan untuk memastikan integrasi sistem pesawat dengan alutsista yang sudah dimiliki Indonesia.
"Ini hanya tawaran," kata Donny Ermawan Taufanto.
Pesawat Chengdu J-10C yang dikenal dengan julukan 'Vigorous Dragon' merupakan jet tempur multiperan ringan yang sebanding dengan F-16 milik Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan Airspace Review, popularitas jet tempur buatan China ini melonjak setelah dinilai memiliki performa tangguh dalam konflik udara di wilayah perbatasan Pakistan dan India.
Pengembangan J-10 dimulai sejak 1988 oleh Avic Chengdu Aircraft Co Ltd dan telah melahirkan berbagai varian mulai dari J-10A hingga J-10CE. Berikut adalah spesifikasi teknis pesawat tempur Chengdu J-10 tersebut:
| Kategori | Detail Spesifikasi |
|---|---|
| Panjang Pesawat | 16,9 meter |
| Rentang Sayap | 11,3 meter |
| Tinggi | 5,7 meter |
| Luas Sayap | 45,5 m² |
| Jenis Radar (Varian J-10C/B) | Active Electronically Scanned Array (AESA) |
Kelebihan utama jet tempur China di pasar global terletak pada harga dan biaya perawatan yang lebih ekonomis dibandingkan pesawat buatan Barat. Selain itu, China cenderung menawarkan kerja sama produksi lokal tanpa batasan politik yang ketat bagi negara-negara pembeli.