Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kemitraan strategis dengan Huawei Indonesia untuk memperkuat kompetensi digital tenaga kerja nasional di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Langkah ini diambil melalui penandatanganan nota kesepahaman guna merespons percepatan transformasi teknologi modern.
Proses penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan oleh Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker R. Nurhidajat bersama Direktur SDM Huawei Indonesia Andhi Mufti. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi.
Pihak kementerian menilai keterlibatan sektor dunia usaha sangat krusial untuk mempercepat eskalasi kualitas perlindungan talenta digital. Selain itu, kolaborasi ini bertujuan memperluas akses bagi generasi muda di bidang teknologi informasi, komunikasi, serta digitalisasi industri.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi," ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi.
Kemnaker terus mengakselerasi penguatan program pelatihan vokasi dan pemagangan yang terintegrasi langsung dengan dinamika pasar kerja global untuk mendukung target tersebut. Pembenahan tata kelola program magang internal juga dijalankan lewat penguatan regulasi serta pengawasan berbasis sistem digital agar lebih transparan.
"Program magang harus berjalan dengan tata kelola yang baik. Pemerintah hadir melalui regulasi agar pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak," tegas Cris Kuntadi.
Dilansir dari pojokpapua.id, kementerian berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga institusi pendidikan di berbagai daerah secara masif. Upaya ini dilakukan demi membangun ekosistem talenta digital nasional ke depan.