Kemnaker dan Yayasan Mitra Netra Dorong Inklusivitas Kerja Disabilitas

Kemnaker dan Yayasan Mitra Netra Dorong Inklusivitas Kerja Disabilitas

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Mitra Netra memperkuat upaya pembangunan dunia kerja inklusif melalui strategi pendampingan perusahaan dan peluncuran Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia pada Mei 2026 di Jakarta. Langkah strategis ini bertujuan menyamakan hak warga negara dalam bekerja sekaligus mengatasi rendahnya tingkat partisipasi kerja disabilitas yang baru mencapai 23,94 persen.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa kementeriannya siap mendampingi perusahaan mulai dari tahap rekrutmen hingga penyediaan akomodasi yang layak bagi pekerja disabilitas. Pendampingan tersebut mencakup pemetaan jabatan yang relevan serta penyediaan alat bantu kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan ragam disabilitas.

"Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian. Kemnaker hadir untuk mendampingi, mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia, sehingga tenaga kerja penyandang disabilitas dapat bekerja secara produktif dan nyaman," ujar Cris Kuntadi dalam keterangan resmi pada Jumat (9/5/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah memberikan apresiasi kepada PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah atas komitmen mereka menyerap tenaga kerja melampaui kuota satu persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

"Apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata keberpihakan terhadap kemanusiaan dan pengakuan atas potensi kerja penyandang disabilitas," tegas Cris Kuntadi.

Cris menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari para pelaku usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif demi meningkatkan produktivitas dan nilai kemanusiaan.

"Kami ingin semakin banyak perusahaan menyadari bahwa dunia kerja yang inklusif bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja," pungkas Cris Kuntadi.

Sejalan dengan upaya pemerintah, Yayasan Mitra Netra meluncurkan direktori yang memuat 36 profesi bagi tunanetra di berbagai sektor mulai dari teknologi hingga keuangan. Direktur Yayasan Mitra Netra, Aria, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti fitur deskripsi gambar otomatis menjadi peluang besar bagi tunanetra di era digital.

"Penerbitan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan potensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri nasional. Direktori ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan budaya kerja yang inklusif disabilitas," ujar Aria dalam media gathering di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan data BPS 2024 yang dikutip dari laporan Tekno Sindonews, hanya satu persen dari 4,2 juta penyandang disabilitas netra yang berhasil terserap di sektor formal. Minimnya pemahaman perusahaan mengenai metode kerja tunanetra dan teknologi asistif seperti NVDA menjadi kendala utama yang ingin dijembatani melalui direktori dan pendampingan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi