Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menunaikan ibadah haji melalui jalur reguler pada musim haji 2026 tanpa memanfaatkan fasilitas khusus pejabat negara. Dilansir dari Cahaya, pejabat setingkat kepala badan nasional tersebut diketahui telah mengikuti antrean haji reguler selama sekitar 12 tahun sebelum akhirnya berangkat ke Tanah Suci.
Keputusan untuk tetap menggunakan jalur masyarakat kebanyakan ini menjadi sorotan di tengah masyarakat. Informasi mengenai keberangkatan Dadan tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal yang sedang bertugas sebagai petugas haji di Arab Saudi pada Sabtu, 20 Mei 2026.
Menurut penjelasan Hekal, Kepala BGN sebenarnya memiliki kemampuan finansial maupun posisi untuk menggunakan fasilitas ONH Plus atau layanan khusus lain. Kendati demikian, Dadan memilih menjalani proses yang sama seperti jamaah pada umumnya secara sederhana apa adanya.
"Banyak yang bertanya beberapa hari ini ke mana Pak Dadan. Ternyata beliau sedang menunaikan ibadah haji reguler. Ini menarik karena beliau sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan fasilitas ONH Plus, tetapi memilih jalur reguler seperti masyarakat kebanyakan," ujar Mohamad Hekal, Sabtu (23/5/2026).
Kesederhanaan pemimpin lembaga negara tersebut juga terlihat dari tempat menginapnya selama berada di Makkah. Dadan menempati hotel biasa yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram dan menggunakan transportasi umum untuk menuju tempat ibadah.
"Sebagai pejabat negara, saya lihat beliau memilih menjalani ibadah secara sederhana dan apa adanya bersama jamaah reguler lainnya," kata Hekal.
Hekal menambahkan bahwa fasilitas hotel yang didapat oleh Dadan terhitung biasa saja. Hubungan mobilitas dari penginapan menuju Kakbah pun dilakukan bersama-sama dengan rombongan lainnya.
"Fasilitas hotel yang didapat juga biasa saja. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram. Bahkan kemarin beliau menuju Kabah menggunakan bus bersama jamaah lainnya," ujarnya.
Sikap yang ditunjukkan oleh Dadan dinilai memberikan contoh yang baik bagi publik. Hekal memberikan apresiasi atas pilihan tersebut di tengah sorotan masyarakat terhadap gaya hidup para pejabat publik saat ini.
"Kesederhanaan seperti ini penting ditunjukkan pejabat publik. Jabatan tinggi tidak membuat beliau mengambil fasilitas berlebihan. Beliau tetap memilih menjalani proses sebagaimana masyarakat umum," pungkas Hekal.
Berdasarkan catatan jadwal yang ada, Dadan Hindayana telah berangkat menuju Tanah Suci pada 20 Mei 2026. Kepala BGN tersebut dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada 4 Juni 2026.