Ibu Negara Prancis Brigitte Macron dilaporkan terlibat perselisihan fisik dengan Presiden Emmanuel Macron di dalam pesawat kepresidenan saat perjalanan diplomatik ke Vietnam pada 2025. Insiden tersebut dipicu oleh temuan pesan pribadi dari aktris Iran-Prancis Golshifteh Farahani di ponsel sang presiden.
Kabar mengenai keretakan rumah tangga pemimpin Prancis ini mencuat melalui buku berjudul Un Couple (Presque) Parfait karya jurnalis Florian Tardif. Dilansir dari Wolipop, Tardif mengklaim bahwa Emmanuel Macron telah menjalin hubungan platonis selama beberapa bulan dengan sang aktris sebelum ketegangan memuncak.
Brigitte Macron yang terpaut usia 24 tahun lebih tua dari suaminya disebut merasa gusar dengan isi pesan yang dianggap berlebihan. Salah satu pesan tersebut memuat pujian Macron terhadap kecantikan Farahani yang kemudian memicu aksi penamparan dan dorongan di dalam pesawat.
"Apa yang terjadi? Brigitte melihat pesan di ponsel suaminya dari tokoh terkenal, aktris Iran Golshifteh Farahani," kata Florian.
Narasi dalam buku tersebut menjelaskan bahwa penolakan langsung telah disampaikan oleh pihak-pihak yang dekat dengan Ibu Negara. Laporan Le Parisien menyebutkan bahwa sumber internal menepis spekulasi keterlibatan Golshifteh Farahani dalam urusan domestik pasangan tersebut.
Golshifteh Farahani sendiri merupakan figur publik yang lahir di Teheran dan telah membintangi berbagai film Hollywood besar seperti Body of Lies dan Extraction. Ia diketahui menetap di Prancis setelah diasingkan dari negara asalnya karena aktivitas aktivisme dan seni.
Rumor mengenai kedekatan antara sang presiden dan Farahani sebenarnya telah beredar sejak tahun 2024 dengan spekulasi adanya rayuan di antara keduanya. Meski Farahani sebelumnya pernah membantah kabar tersebut, klaim terbaru dari Florian Tardif memberikan sorotan baru terhadap dinamika di istana kepresidenan.
Hingga saat ini, pihak resmi Emmanuel Macron maupun Golshifteh Farahani belum memberikan pernyataan resmi atau komentar terkait tuduhan yang dimuat dalam buku tersebut.