Kepresidenan Urusan Agama Arab Saudi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memperluas jangkauan pesan keagamaan pada musim haji 1447 H/2026 M. Seperti dilansir dari Detikcom, khutbah Arafah tahun ini bakal diterjemahkan ke dalam 35 bahasa berbeda.
Otoritas terkait akan menyiarkan pidato suci tersebut secara masif lewat beragam platform digital serta saluran afiliasi resmi. Langkah ini diambil agar syiar Islam dapat menyentuh seluruh umat muslim di berbagai belahan dunia.
Kepala Kepresidenan Urusan Agama Arab Saudi, Syekh Abdurrahman As-Sudais, menyatakan bahwa program besar ini dirancang untuk menyampaikan pesan moderasi Islam secara global. Upaya tersebut juga bertujuan membantu jemaah yang tidak menguasai bahasa Arab agar tetap bisa memahami esensi spiritual serta nilai kemanusiaan dalam khutbah.
"Proyek terjemahan ini mencerminkan komitmen penuh Arab Saudi untuk melayani Islam dan umat muslim. Ini juga menyoroti upaya tanpa henti dari pihak kerajaan untuk terus meningkatkan layanan bagi para pencari berkah (jemaah) melalui pemanfaatan teknologi modern dan platform komunikasi digital," kata Syekh Sudais melalui laporan Gulf News.
Manajemen Arab Saudi telah mengerahkan tim teknis, divisi media, serta silsilah penerjemah kompeten demi menyukseskan program penyiaran internasional ini. Persiapan matang diaplikasikan agar proses transmisi berjalan lancar dengan kualitas audio visual yang profesional.
Khutbah tahunan di Padang Arafah merupakan salah satu momentum sakral yang paling dinantikan dalam prosesi ibadah haji. Selain didengarkan oleh jemaah yang sedang melaksanakan wukuf, jutaan masyarakat muslim dari berbagai negara juga memantau siaran langsung ini setiap tahunnya.
Berdasarkan informasi dari akun X Inside the Haramain @insharifain, khutbah Arafah tahun ini akan dipimpin oleh Khatib Masjid Nabawi, Syekh Dr Ali bin Abdurrahman Al Hudhaify.