KJRI Jeddah Terbitkan SPLP Gantikan Paspor Jemaah Haji yang Rusak

KJRI Jeddah Terbitkan SPLP Gantikan Paspor Jemaah Haji yang Rusak

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyiapkan penanganan cepat berupa penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami kerusakan paspor di Arab Saudi. Kebijakan ini diambil demi menjamin kelancaran dokumen kepulangan para jemaah ke Tanah Air.

Masalah dokumen rusak seperti paspor basah akibat air minum atau parfum, robek, hingga berlubang karena staples pihak maktab kerap menjadi kendala di Tanah Suci. Dilansir dari Detikcom, Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, meminta para jemaah tidak panik karena koordinasi intensif telah dilakukan dengan imigrasi bandara di Indonesia sejak sebelum keberangkatan.

Pihak imigrasi telah meminta jajaran Kepala Daerah Kerja (Dakar) Makkah dan Madinah untuk segera mengoordinasikan temuan kasus ini agar bisa langsung ditangani.

"Kami kemarin sudah menyampaikan ke Kepala Daerah Kerja (Dakar) baik di Madinah maupun di Makkah, apabila ada jemaah yang melaporkan kondisi paspornya rusak untuk segera dilaporkan ke kami," ujar Okky Aditya Yaqsa, Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Rabu (20/5/2026).

Langkah penerbitan SPLP ini diambil sebagai solusi cepat administratif. Dokumen tersebut diterbitkan menggantikan cetak paspor baru dengan fungsi yang sama persis demi mempercepat proses kepulangan jemaah.

"Saat ini akan tetap kita berikan SPLP. Untuk kepulangan, dan pastinya fungsinya sama untuk kepulangan yang bersangkutan kembali ke Indonesia," jelas Okky Aditya Yaqsa, Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah.

Mengenai kekhawatiran mengenai penahanan dokumen, pihak imigrasi memastikan dokumen lama tetap dikembalikan. Paspor yang rusak tersebut akan diserahkan kembali kepada jemaah setelah statusnya dinonaktifkan dalam sistem.

"Paspor lama yang (rusak) pun akan kita batalkan (secara sistem) dan tetap akan kita berikan ke yang bersangkutan," pungkas Okky Aditya Yaqsa, Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah.

Jemaah yang mengalami kendala dokumen diimbau segera melapor ke petugas kloter atau pihak Dakar setempat sedini mungkin. Pelaporan awal ini diperlukan agar proses penerbitan SPLP dapat diselesaikan jauh sebelum jadwal kepulangan jemaah haji ke Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi