Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan aturan ketat mengenai jenis ikan yang dilarang untuk dibudidayakan, dipelihara, maupun diperdagangkan. Kebijakan ini diambil untuk melindungi ekosistem perairan nasional.
Langkah tegas ini, seperti dikutip dari Caritahu, bertujuan menjaga keanekaragaman hayati lokal. Selain itu, aturan tersebut berfungsi mencegah penyebaran spesies invasif yang berpotensi merusak lingkungan.
Masyarakat umumnya hanya mengenal ikan sapu-sapu atau pleco sebagai jenis yang diwaspadai. Namun, pemerintah sebenarnya mengawasi ketat puluhan jenis ikan lain yang masuk dalam daftar larangan.
Kebijakan pengetatan ini bersandarkan pada regulasi resmi negara. Pemerintah mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41/PERMEN-KP/2014 beserta seluruh aturan turunannya.
Regulasi tersebut secara spesifik mengatur jalur pemasukan, pengeluaran, serta peredaran jenis ikan berbahaya dari luar negeri. KKP menggunakannya sebagai instrumen pengendalian spesies asing invasif demi perlindungan sumber daya ikan.
Karakteristik Ikan yang Dilarang
Terdapat beberapa contoh ikan populer yang dilarang karena sifatnya yang merusak. Ikan piranha, misalnya, dikenal sebagai predator ganas yang mengancam ikan lokal serta membahayakan manusia di perairan umum.
Jenis lain seperti alligator gar dan arapaima memiliki ukuran tubuh yang besar serta sifat agresif. Keduanya berpotensi besar mengganggu populasi ikan asli Indonesia karena sulit dikendalikan di alam bebas.
Ada pula redtail catfish yang rakus dan peacock bass yang invasif. Sementara itu, electric eel atau belut listrik dilarang karena sengatan listriknya yang kuat berbahaya bagi manusia dan tidak sesuai dengan ekosistem lokal.
Beberapa jenis snakehead asing atau channa dari luar negeri tertentu juga masuk daftar pengawasan. Karakteristik mereka yang adaptif dapat mengancam kelestarian ikan endemik.
Secara umum, komoditas yang masuk daftar ini terbagi menjadi tiga kategori utama. Kategori tersebut meliputi ikan invasif yang merusak ekosistem, ikan berbahaya yang beracun atau agresif, serta ikan dilindungi yang tidak boleh diperdagangkan bebas.
Aturan ini menegaskan bahwa jenis-jenis ikan tersebut dilarang untuk dipelihara, diperjualbelikan, atau dilepasliarkan ke alam tanpa izin resmi dari otoritas berwenang.
Daftar Lengkap Biota Air yang Diatur Peredarannya
Pemerintah merilis daftar yang memuat 75 jenis ikan serta biota air yang dikendalikan peredarannya di wilayah Indonesia.
| No | Nama Ikan | No | Nama Ikan | No | Nama Ikan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Arapaima (Arapaima gigas) | 26 | Alligator Gar | 51 | Redtail Catfish |
| 2 | Piranha Merah | 27 | Black Pacu | 52 | Yellowtail Catfish |
| 3 | Piranha Hitam | 28 | Silver Dollar Fish | 53 | Snakehead Afrika |
| 4 | Piranha Putih | 29 | Peacock Bass | 54 | Tiger Fish |
| 5 | Piranha Perak | 30 | Oscar Fish (liar invasif) | 55 | Electric Catfish |
| 6 | Payara (Vampire Fish) | 31 | Jaguar Cichlid | 56 | Electric Eel |
| 7 | Goliath Tigerfish | 32 | Flowerhorn (liar) | 57 | Candiru |
| 8 | Giant Snakehead (Channa micropeltes luar habitat) | 33 | Green Terror | 58 | Freshwater Stingray (liar) |
| 9 | Bull Shark (air tawar) | 34 | Convict Cichlid | 59 | Manta Air Tawar |
| 10 | Great White Shark (peliharaan ilegal) | 35 | Red Devil Cichlid | 60 | Giant Gourami asing |
| 11 | Hammerhead Shark | 36 | Wolf Cichlid | 61 | African Lungfish |
| 12 | Tiger Shark | 37 | Firemouth Cichlid | 62 | Walking Catfish (asing) |
| 13 | Barracuda | 38 | Texas Cichlid | 63 | Asian Swamp Eel (non lokal) |
| 14 | Moray Eel | 39 | Discus (liar introduksi) | 64 | Icefish invasif |
| 15 | Giant Moray | 40 | Angelfish (introduksi liar) | 65 | Stickleback |
| 16 | Blue-ringed Octopus (biota beracun) | 41 | Parrot Fish (air tawar invasif) | 66 | Goby invasif |
| 17 | Box Jellyfish (terkait perairan) | 42 | Tilapia Nil liar tak terkendali | 67 | Killifish invasif |
| 18 | Stonefish | 43 | Mozambique Tilapia | 68 | Mudfish asing |
| 19 | Lionfish (invasif) | 44 | Hybrid Tilapia | 69 | Spiny Eel asing |
| 20 | Scorpionfish | 45 | Nile Perch | 70 | Needlefish invasif |
| 21 | Tetraodon (ikan buntal beracun) | 46 | Grass Carp liar | 71 | Halfbeak invasif |
| 22 | Fugu (buntal Jepang) | 47 | Bighead Carp | 72 | Garfish invasif |
| 23 | Porcupinefish | 48 | Silver Carp | 73 | Black Carp |
| 24 | Triggerfish berbahaya | 49 | Common Carp liar invasif | 74 | Walking Shark (dilindungi) |
| 25 | Clown Triggerfish | 50 | Channel Catfish | 75 | Zebra Mussel (biota air invasif) |