Kesalahpahaman mengenai tenda jemaah haji Indonesia kloter JKB 12 yang sempat ditempati oleh pekerja asing di Mina, Arab Saudi, langsung diselesaikan dalam hitungan menit pada Sabtu (30/5). Insiden yang sempat viral di media sosial dengan narasi jemaah telantar tersebut dipastikan tidak sesuai dengan fakta aslinya di lapangan.
Dilansir dari Detikcom, Ketua Kloter Jemaah Haji JKB 12, Anwar Munawar, menjelaskan bahwa rombongannya menempati tiga ruangan tenda dengan rincian kapasitas 180 orang, 130 orang, dan 83 orang. Permasalahan ruang tenda ini hanya terjadi pada ruangan ketiga yang berkapasitas 83 orang.
"Pas jemaah kita mau masuk, di sana sudah ada orang-orang asing. Dicari tahu sama kita, ternyata mereka adalah karyawan dapur," ujar Anwar Munawar, Ketua Kloter Jemaah Haji JKB 12.
Situasi di lokasi sempat menegang karena para jemaah merasa berhak atas fasilitas penempatan tempat tidur tersebut. Pihak ketua kloter kemudian segera menenangkan situasi dan langsung mendatangi maktab untuk meminta kejelasan mengenai perubahan peruntukan tenda dengan membawa bukti kartu L8 milik jemaah.
"Kita juga berbalik ke maktab. Kita juga minta penjelasan, kok bisa berubah seperti ini? Kita punya kartu, per jemaah punya kartu L8 itu semuanya," jelas Anwar Munawar, Ketua Kloter Jemaah Haji JKB 12.
Proses penyelesaian masalah melibatkan komunikasi intensif antara pihak syarikat atau perusahaan penyedia layanan maktab serta perwakilan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Menurut Anwar, penanganan pemindahan para pekerja asing itu berlangsung cepat dan langsung beres pada pagi hari itu juga.
"Dibantu sama syarikat, semua pihak kumpul di situ. PPIH Arab Saudi juga semua ikut. Lima belas sampai dua belas menit selesai. Selesai pagi itu, selesai," tegas Anwar Munawar, Ketua Kloter Jemaah Haji JKB 12.
Mengenai rekaman video yang menyebar di media sosial hingga menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga di tanah air, Anwar menilai hal itu terjadi karena kondisi fisik jemaah yang sudah sangat kelelahan. Para jemaah baru saja menempuh perjalanan yang menguras energi dari wilayah Arafah dan Muzdalifah.
"Ya itu namanya jemaah yang habis capek kali ya, dari Arafah ke Muzdalifah. Capek yang kita wajarlah, tidak sabaran," ungkap Anwar Munawar, Ketua Kloter Jemaah Haji JKB 12.
Setelah para pekerja dapur dipindahkan, seluruh jemaah Indonesia dari kloter JKB 12 dilaporkan bisa menempati tenda Mina dengan aman dan nyaman. Rombongan jemaah haji tersebut baru mengetahui bahwa kejadian singkat pada pagi hari itu menjadi viral setelah mereka tiba kembali di hotel pada malam harinya.