Klarifikasi Rizky Yajibibowo Soal Hoaks Pelaku Teror Pocong di Boyolali

Klarifikasi Rizky Yajibibowo Soal Hoaks Pelaku Teror Pocong di Boyolali

Sebuah rekaman video yang menarasikan seorang anak sebagai pelaku teror pocong sempat menggemparkan jagat media sosial. Bocah dalam video yang beredar luas tersebut dituding telah ditangkap aparat setelah menakut-nakuti masyarakat dengan pakaian hantu.

Dikutip dari Detik iNET, bocah bernama Rizky Yajibibowo akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui platform TikTok demi meluruskan informasi keliru tersebut. Ia menegaskan bahwa dokumentasi yang beredar sama sekali tidak berkaitan dengan aksi teror, melainkan momen saat dirinya terlibat dalam pementasan seni reog di wilayah Boyolali.

Pernyataan terbuka dari Rizky langsung mengundang perhatian besar dan memicu rasa simpati dari para pengguna internet. Banyak netizen yang kemudian menyadari bahwa dokumentasi pribadi tersebut telah disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab hingga memicu kesalahpahaman publik.

Rizky membeberkan fakta sebenarnya untuk membantah tuduhan negatif yang dialamatkan kepada dirinya melalui rekaman yang tersebar.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Rizky Yajibibowo. Saya mau klarifikasi atas berita hoaks yang dibuat ini," ujar Rizky.

Ia menerangkan bahwa dokumentasi visual tersebut diambil di kawasan Tukuh Harjo, Boyolali, ketika dirinya tengah berpartisipasi dalam sebuah acara hiburan rakyat. Pada pertunjukan kesenian tradisional tersebut, terdapat sesi penampilan yang melibatkan kostum menyerupai hantu.

"Foto saya ini diambil waktu saya main di kesenian reog di bazar. Nah waktu itu ada atraksi pocongan, ini saya," kata Rizky.

Rizky mengungkapkan rasa kecewanya lantaran dokumentasi kegiatannya justru dipelintir menjadi kabar burung yang merugikan nama baiknya. Dirinya mendadak dicap sebagai sosok di balik keresahan masyarakat terkait isu mistis yang berkembang belakangan ini.

"Nah kok ternyata foto saya dibuat hal-hal negatif, disalahgunakan dan tidak bertanggung jawab," ucap Rizky.

Ia pun mengimbau khalayak luas untuk menyudahi penyebaran foto dirinya yang disertai dengan narasi palsu. Rizky berharap penjelasan ini dapat meredam polemik dan meluruskan opini keliru yang telanjur berkembang di tengah masyarakat.

Klarifikasi tersebut langsung direspons oleh ribuan komentar dari warganet yang sebagian besar menyampaikan permohonan maaf karena sempat memercayai isu bohong itu. Pengguna media sosial lainnya juga saling mengingatkan tentang pentingnya melakukan verifikasi data sebelum menyebarluaskan sebuah konten.

Langkah Tegas Kepolisian Hadapi Isu Teror

Kabar mengenai fenomena hantu keliling ini memang sempat menjadi buah bibir di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai rekaman visual mengenai sosok berpakaian putih pada malam hari marak beredar di wilayah Jakarta, Tangerang Raya, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, sehingga memicu warga melakukan ronda malam secara ketat.

Berdasarkan hasil investigasi aparat kepolisian di sejumlah sektor, sebagian besar fenomena tersebut dipastikan sebagai berita bohong atau tindakan iseng. Di kawasan Jakarta dan Tangerang, pihak berwajib menyatakan tidak menemukan adanya unsur kriminalitas yang melibatkan sosok mistis tersebut.

Aparat sempat mengamankan dua remaja di daerah Lamongan yang sengaja membuat konten serupa demi kepentingan popularitas di dunia maya. Pihak kepolisian memastikan bakal mengambil tindakan hukum apabila aktivitas pembuatan konten tersebut terbukti memenuhi unsur pidana.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannuddin menyatakan bahwa pihaknya siap memproses hukum siapa saja yang memanfaatkan isu ini untuk berbuat kejahatan.

"Apabila di dalam fenomena pocong ini terdapat dugaan tindak pidana, baik itu berupa pencurian ataupun mungkin melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam atau mungkin melakukan upaya-upaya atau tindak pidana yang lainnya, kami juga akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu," kata Iman.

Iman tidak menampik bahwa isu ini telah menciptakan kegaduhan di lingkungan warga. Oleh sebab itu, jajarannya terus berupaya memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah panik.

"Tentunya di dalam mitigasi fenomena pocong ini kita juga harus mengedukasi masyarakat untuk lebih peka dengan lingkungan," ujar Iman.

Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polda Metro Jaya telah merancang sejumlah mekanisme pencegahan di lapangan, terlebih pembicaraan mengenai topik ini masih terus bergulir di dunia maya.

"Kami dalam hal ini akan melakukan langkah-langkah antisipatif di samping mengedukasi masyarakat untuk melakukan upaya yang bersifat preventif dengan adanya fenomena pocong ini," ucap Iman.

Artikel terkait

Rekomendasi