Komplotan Curanmor Bersenjata Api Gasak Motor di Kebon Jeruk

Komplotan Curanmor Bersenjata Api Gasak Motor di Kebon Jeruk

Aksi pencurian sepeda motor yang disertai penodongan senjata api dan penembakan terjadi di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 13.48 WIB. Peristiwa yang menimpa seorang pria bernama Alif (25) ini dilansir dari Megapolitan.

Insiden bermula saat korban sedang menyantap makanan di sebuah warung bakso yang berada di dekat kediamannya. Alif menyadari keberadaan dua orang mencurigakan yang sempat masuk ke area warung sebelum akhirnya mencoba membobol kunci setang motor miliknya.

“Pas lagi makan, ada orang masuk sini dua orang. Cuman keluar lagi. Nah, cuman pas lihat, posisi saya makan di sini di pojok, ada lihat motor saya gerak-gerak stangnya,” ujar Alif di lokasi, Senin (11/5/2026), dikutip dari Antara.

Korban berusaha menghentikan aksi tersebut dengan menghampiri pelaku, namun ia justru mendapatkan ancaman serius. Para pelaku yang diduga berjumlah tiga orang langsung menodongkan senjata ke arah korban agar tidak melakukan perlawanan.

“Saya keluar, ‘woi mau ngapain ini?’. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang ‘diam, diam, diam’ katanya,” kata Alif.

Meski diancam, Alif sempat berupaya melempar barang ke arah komplotan tersebut untuk membela diri. Situasi semakin berbahaya ketika dua pelaku melepaskan beberapa tembakan ke arah korban saat mereka berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Saya lihat tiga-tiganya megang senjata, yang dua orang nembakin. Lima kali tembakan mungkin. Bahkan pas jalan dia nembak lagi,” ujarnya.

Sepeda motor Honda CRF dengan nomor polisi F 2715 WAJ milik korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Walaupun tidak terkena peluru secara langsung, kaki Alif mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca di sekitar tempat kejadian perkara.

“Ya ini kaki kena (tembakan), cuman untungnya meleset, cuman kena serpihan doang,” tambah Alif.

Keresahan warga sekitar semakin meningkat karena aksi kriminalitas serupa dilaporkan sering terjadi di wilayah tersebut. Ramadhan (32), seorang warga setempat, menduga bahwa para pelaku merupakan kelompok spesialis yang kerap berpindah tempat operasi.

“Belum lama di Indomaret atas noh, sama juga, pelakunya komplotan,” ujarnya.

Menurut pengamatan warga, pola kerja kelompok ini sangat terorganisir dan cepat dalam mengeksekusi kendaraan target. Mereka biasanya langsung meninggalkan area tersebut setelah berhasil mendapatkan hasil curian guna menghindari kejaran massa atau petugas.

“Namanya komplotan curanmor kayak gini biasanya kalau udah berhasil gasak di sini, dia pindah ke tempat lain,” kata Ramadhan.

Aparat kepolisian dari Polsek Kebon Jeruk bersama Reskrim Polres Jakarta Barat telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha, menegaskan bahwa pengecekan tempat kejadian perkara telah dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti terkait.

“Sudah kami cek TKP bergabung dengan Reskrim Polres dan saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Nur Aqsha, Senin (11/5/2026).

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait jenis senjata yang digunakan oleh para pelaku dalam aksi nekat tersebut. Hingga saat ini, identitas para anggota komplotan masih dalam pengejaran intensif oleh tim gabungan kepolisian.

“Terkait senjata api, saat ini masih didalami oleh tim Polsek dan Polres,” ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi