Sebanyak 12 korban insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit hingga Jumat (8/5/2026). Peristiwa yang terjadi pada akhir April lalu tersebut kini memasuki tahap penyidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Kondisi terkini para korban disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Data tersebut merujuk pada laporan perkembangan medis yang diterima pihak kepolisian hingga siang hari sebelumnya.
"Per tanggal 7 Mei 2026 pukul 13.00 WIB, masih terdapat 12 korban yang masih menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit," kata Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Penyebaran pasien dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan optimal. Rinciannya mencakup lima orang di RSUD Kota Bekasi, dua orang di RS Primaya Bekasi Timur, serta masing-masing satu pasien di RS Mitra Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, RS Primaya Barat, RS Eka Hospital Harapan Indah, dan RS MMC Kuningan Jakarta Selatan.
Terkait proses hukum, penyidik telah mengumpulkan keterangan dari puluhan individu untuk memperjelas kronologi dan penyebab tabrakan. Total terdapat 39 saksi yang telah diperiksa, mulai dari pihak korban, saksi mata di lokasi, hingga operator transportasi.
Komposisi saksi terdiri atas 11 orang korban, delapan warga di sekitar lokasi, delapan petugas operasional perkeretaapian, empat perwakilan taksi Green SM, tiga pejabat Pemkot Bekasi, dua saksi laporan polisi, satu pelapor, serta pihak operasional kendaraan terkait. Polisi menegaskan bahwa jumlah ini masih berpotensi bertambah.
"Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online," kata Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Agenda pemeriksaan pada Jumat ini melibatkan tiga personel teknis dari PT KAI di Kantor Daops 1 Stasiun Manggarai. Mereka yang dimintai keterangan adalah Kepala Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), petugas pengawas bagian selatan, serta Customer Service on Train KRL.
Tragedi ini bermula ketika KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Insiden maut tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Data total korban akibat kecelakaan ini mencapai 106 orang, dengan rincian 16 orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, 90 orang lainnya mengalami luka-luka, sedangkan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat.