Korban Agresi Israel di Gaza Tembus 72.736 Jiwa Hingga 10 Mei 2026

Korban Agresi Israel di Gaza Tembus 72.736 Jiwa Hingga 10 Mei 2026

Jumlah korban jiwa akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 tercatat telah mencapai 72.736 orang dan 172.535 lainnya mengalami luka-luka hingga Minggu (10/5/2026). Data medis setempat menunjukkan eskalasi kekerasan terus berlanjut dengan laporan lima kematian tambahan dalam 24 jam terakhir di berbagai rumah sakit yang masih beroperasi.

Dilansir dari ANTARA, sejak pemberlakuan gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, total warga Palestina yang tewas mencapai 850 orang dengan 2.433 korban luka. Petugas medis juga berhasil mengevakuasi 770 jenazah dari balik reruntuhan bangunan, meski proses penyelamatan terkendala kondisi lapangan yang belum kondusif bagi ambulans.

Di tengah tingginya angka korban, putra dari pemimpin senior Hamas Khalil Al-Hayya, Azzam Al-Hayya, dilaporkan gugur setelah menjadi sasaran serangan udara Israel di Kota Gaza pada Rabu (6/5/2026). Azzam sempat menjalani perawatan akibat luka parah sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026) dalam insiden yang juga menewaskan satu orang lainnya.

Menanggapi duka tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Ketua Hubungan Luar Negeri Luluk Hamidah telah menyampaikan belasungkawa langsung kepada Khalil Al-Hayya. Luluk menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung hak-hak masyarakat Palestina serta upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa.

"Beliau juga menitipkan salam dan penghormatan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta memuji sikap rakyat Indonesia dan upaya berkelanjutan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina," kata Luluk dikutip Antara, Sabtu (9/5/2026).

Khalil Al-Hayya yang memimpin tim negosiasi gencatan senjata Hamas menegaskan bahwa kehilangan anggota keluarga tidak akan menyurutkan perlawanan. Sejarah mencatat Khalil telah kehilangan tiga anak lainnya dalam serangan Israel pada tahun 2008, 2014, dan September 2025.

"Saya berkata kepada penjajah dan semua yang mendengar kami, kami adalah orang-orang dengan niat yang adil. Pembununan anak-anak kami atau syahidnya pemimpin kami tidak akan mengintimidasi kami," kata Khalil Al-Hayya dikutip Al Jazeera.

Kepala Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, turut memberikan penghormatan atas keteguhan keluarga Al-Hayya dalam sebuah pidato peringatan. Meshaal menyoroti keberanian warga Gaza yang terus berada di garis depan ketahanan meski harus menghadapi blokade dan penderitaan berkepanjangan.

"Ini adalah momen kemartiran dan para martir, dan selamat kepada saudara kita tercinta, pemimpin Dr. Abu Osama, atas kemartiran putra keempatnya," ujar Khaled Meshaal dilansir dari Sindonews.

Meshaal mengakui bahwa kehilangan anak merupakan cobaan berat, namun ia mengapresiasi kesabaran luar biasa yang ditunjukkan oleh Khalil dan istrinya. Saat ini, tim penyelamat di Gaza masih berupaya menjangkau korban yang diduga masih terjebak di bawah puing-puing bangunan di jalan-jalan utama.

Artikel terkait

Rekomendasi