KP2MI dan Lemhannas Perkuat Nilai Kebangsaan Pekerja Migran Indonesia

KP2MI dan Lemhannas Perkuat Nilai Kebangsaan Pekerja Migran Indonesia

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk membekali pekerja migran Indonesia (PMI) dengan nilai-nilai kebangsaan pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilansir dari Nasional sebagai upaya memperkuat identitas nasional para pekerja di luar negeri.

Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan bahwa pembekalan ini ditujukan bagi calon pekerja maupun mereka yang sudah aktif bekerja di mancanegara. Pemerintah memandang perlunya penguatan ideologi untuk menghadapi disrupsi informasi serta perbedaan budaya di negara tujuan.

"Ini merupakan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi calon pekerja migran, baik yang akan berangkat maupun yang sudah bekerja di luar negeri," ujar Menteri P2MI Mukhtarudin di Gedung Lemhannas.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa lingkungan kerja baru sering kali memiliki sistem nilai yang sangat berbeda dengan Indonesia. Penyiapan mental dan ideologi dianggap sebagai sebuah kewajiban pemerintah demi melindungi para pekerja.

"Di tengah jelasnya disrupsi informasi, kemudian juga pekerja migran bekerja di lingkungan baru dengan budaya baru, kemudian mungkin sistem nilai dan ideologi juga berbeda, tentu adalah sebuah keniscayaan bagi kita untuk menyiapkan juga dari sisi nilai-nilai kebangsaan mereka," kata Mukhtaruddin.

Program kolaborasi ini dipandang sebagai titik balik dalam pola pembinaan tenaga kerja Indonesia. Mukhtarudin berharap para pekerja tetap memiliki ikatan batin yang kuat dengan tanah air meskipun telah menetap lama di negara lain.

"Agar mereka walaupun sudah lama di luar negeri tetap rasa memiliki sense of belonging terhadap Republik Indonesia ini masih punya," kata dia.

Guna memastikan pesan kebangsaan tersampaikan dengan baik, pemerintah akan menyusun materi edukasi yang fleksibel. Format pembelajaran akan disesuaikan dengan tren saat ini agar lebih relevan bagi para PMI.

"Materinya dikemas dalam bahasa yang sederhana dengan kemasan-kemasan kekinian yang mudah dipahami oleh pekerja migran," kata Mukhtarudin.

Penyederhanaan materi menjadi prioritas agar tidak ada hambatan komunikasi dalam proses sosialisasi. Mukhtarudin kembali menekankan pentingnya aksesibilitas konten tersebut bagi seluruh jenjang pekerja.

"Perlu dikemas dengan materi yang sangat gampang, simpel dipahami oleh para pekerja migran," imbuh dia.

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menilai kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan antarlembaga negara. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

"Substansi dari nota kesepahaman ini adalah bahwa kami bersepakat untuk melakukan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama dalam konteks pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi pekerja migran Indonesia," ujar Ace.

Selain faktor ekonomi, Ace memandang PMI memiliki fungsi diplomatik yang penting sebagai representasi wajah Indonesia di mata dunia. Penguatan nilai kebangsaan akan mendukung peran mereka sebagai duta bangsa yang efektif.

"Pekerja migran ini sebetulnya bukan hanya sekadar sebagai pahlawan devisa tetapi mereka adalah juga duta bangsa yang bekerja di luar negeri. Ini akan semakin memperkuat soft diplomacy kita bagi negara kita." kata Ace.

Artikel terkait

Rekomendasi